Dark/Light Mode

Syarikat Islam Khawatir RUU HIP Bangkitkan Ajaran Komunisme

Senin, 15 Juni 2020 15:12 WIB
Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva. (Ist)
Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila menuai protes banyak Ormas Islam. Kini giliran Pimpinan Pusat Syarikat Islam menyatakan sikapnya menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva dalam pernyataan sikapnya, mengaku khawatir RUU HIP akan membangkitkan kembali ideologi Sosialisme-Komunis di Indonesia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan, posisi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan norma paling tinggi (grund-norm) dan dasar falsafah negara yang ditetapkan atas kesepakatan dari seluruh komponen dan eksponen bangsa Indonesia.

Baca juga : Bamsoet: RUU HIP Tak Beri Ruang Bagi Komunisme di Indonesia

"Oleh sebab itu, perumusan Pancasila pada tingkat norma undang-undang dapat menurunkan nilai Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan merendahkan posisi ataupun kedudukan Pancasila sebagai dasar tertinggi dalam kerangka kehidupan bangsa dan negara Indonesia," jelas Hamdan dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/6).

Syarikat menyatakan munculnya RUU HIP ini ada misi terselubung untum membangun ajaran Marxisme di negara Pancasila. Dia melihat RUU HIP mengesampingkan dan tidak merujuk pada Ketetapan MPR RI yang sangat penting dan masih berlaku, yaitu Ketetapan MPRS RI No. XXV/MPRS/1966.

Sementara pada sisi lain, seluruh Ketetapan MPR RI lainnya masih berlaku dirujuk sebagai dasar penyusunan RUU tersebut.

Baca juga : Harkitnas, BIN dan Bawaslu Kota Semarang Bagikan Masker

"Kami memiliki kekhawatiran dan berbahaya dengan adanya RUU Haluan Ideologi Pancasila untuk dibahas dan disahkan adalah agenda untuk menghidupkan kembali ajaran komunisme marxisme," jelasnya.

Hamdan meyakini pembahasan dan pengesahan RUU-HIP dapat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. RUU HIP dinilai merendahkan kedudukan dan posisi Pancasila dalam tingkat Undang-Undang.

Dia menegaskan bahwabPancasila adalah filosofi dasar bernegara yang berada di atas Undang-Undang dan bahkan di atas Pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Baca juga : Ahmad Basarah Pastikan Tak Ada Ruang Bagi Kebangkitan PKI

"Substansi yang termuat di dalamnya telah mengubah makna Pancasila sebagaimana yang dikehendaki oleh seluruh komponen bangsa yang diwakili oleh para founding fathers yang telah meletakkan dasar-dasar Indonesia dalam hidup berbangsa dan bernegara," jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.