BREAKING NEWS
 

Survei LSI : Warga Jember Tak Puas Dengan Penanganan Corona

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 28 Juli 2020 14:49 WIB

 Sebelumnya 
Rapor merah ketiga atas penanganan Covid-19 di Kabupaten jember adalah persepsi kepuasan terhadap kinerja bupati yang hanya mendapat poin 49,5 persen menyatakan puas dan sebesar 40 persen menyatakan tidak puas.

Adsense

“Sedangkan sisanya tidak menjawab. Ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah kabupaten Jember dalam menangani Covid-19 terbagi dalam beberapa kategori, yang seluruhnya hanya berada pada tingkat kepuasan dibawah 50 persen," tegas Rully.

Rapor merah keempat adalah rendahnya persepsi masyarakat yang menilai kemajuan pemerintah dalam menangani Covid-19.

"Dan rapor merah kelima atas penanganan corona di Kabupaten Jember adalah tingginya persepsi terhadap kekhawatiran masyarakat terhadap dampak wabah ini. Sebesar 74,5 persen publik menyatakan takut tidak mendapat pekerjaan. 79,7 persen publik khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebesar 75,5 persen khawatir mereka akan kelaparan, dan sebesar 80,5 persen khawatir jatuh sakit," tutupnya.

Baca juga : Mandiri Syariah Jaminkan Pembiayaan SME dan Mikro

Sebelumnya, Pasca pemakzulan, Bupati Jember Jawa Timur, Faida tetap bekerja seperti biasanya. Sambil menunggu proses hukum yang berjalan, ia tetap fokus dalam penanganan Covid-19 dan mengembalikan sistem perekonomian.

Hal tersebut disampaikan Bupati Faida saat melepas ratusan santri asal Jember, yang akan kembali ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo di Terminal Arjasa, pada Minggu, 26 Juli 2020.

Sedikitnya 792 santri asal Jember diantarkan dengan 19 bus. Fasilitas untuk para santri tersebut didanai oleh anggaran belanja tidak terduga (BTT) pada APBD Kabupaten Jember tahun anggaran 2020.

Sebelum berangkat, mereka menjalani rapid test di Kecamatan Ambulu, Tanggul, dan Arjasa. Bagi yang reaktif, keberangkatannya ditunda dan menjalani swab. Jika nonreaktif, santri bisa melanjutkan perjalanan.

Baca juga : Edukasi Terus Pedagang Tentang Bahaya Corona

Fasilitas lainnya yang diberikan Pemkab Jember berupa vitamin untuk dikonsumsi selama satu bulan. Mereka juga mendapat alas sholat yang mudah dicuci.

Upaya pemerintah memberikan sejumlah fasilitas tersebut supaya santri tetap aman.

Pada kesempatan itu, para santri mendapat penjelasan dari bupati tentang cara menjaga diri di situasi pandemic Covid-19. Seperti cara cuci tangan yang benar serta penggunaan masker yang benar.

Bupati juga berpesan kepada wali santri agar bersabar sementara tidak melakukan kunjungan.

Baca juga : Korut Sudah Kemasukan Corona

“Supaya santri disana aman, orang tua tidak keluar masuk pondok. Insya Allah pandemi ini segera berakhir,” kata bupati.

Kepada seluruh masyarakat Jember, bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas kekompakan menjaga kondisi tetap aman dari penularan virus.

Sampai 25 Juli 2020, sebanyak 3.268 santri asal Jember yang menikmati fasilitas yang disediakan pemkab Jember untuk balik ke pondok. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense