Sebelumnya
Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung Prof Asep Warlan Yusuf punya pandangan yang lebih tegas dan keras. Dia mengatakan, pencalonan Gibran bukan hanya tidak pantas secara etik tapi lebih filosofi lagi tidak membangun proses demokrasi yang berkualitas.
Baca juga : Mantu Presiden Jokowi Akan Gencar Sosialisasi Kampanye Lewat Daring
Menurut Asep, saat ini masyarakat juga merasakan ketidakberesan itu. Wajar kalau mantan pembantu Jokowi seperti Susi dan para seniman memberikan masukan.
Baca juga : Wamenhan Bicara Ketahanan Pangan Dan Produksi Singkong
Bahkan terkesan lantang dan lancang. “Hemat saya memang sangat penting memberikan kesempatan kepada para calon kepala daerah yang mempunyai kualitas dalam kompetisi yang fair dan terbuka. Tidak memaksakan,” kata Asep kepada Rakyat Merdeka. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.