BREAKING NEWS
 

Pembakar Gedung Kejagung Tak Diborgol, Pembakar Halte Busway Belum Diringkus

Pak Polisi, Gimana Ini...

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 30 Oktober 2020 06:45 WIB
Ilustrasi gedung Kejaksaan Agung pasca kebakaran. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Ada tujuh pelaku yang terekam dalam video berjudul “62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah” itu. Mereka datang bergerombol dari arah Jalan Sunda, pukul 16.41 WIB. Empat rekan mereka yang sudah datang sejak pukul 16.25 WIB sudah menunggu di sana.

Adsense

Tak langsung melakukan aksinya, para pelaku lebih dulu melakukan observasi selama beberapa menit. Setelah itu, salah satu pelaku yang mengenakan topi, menyulut api dan membakar traffic cone. Dalam kondisi terbakar, traffic cone itu dibawanya ke halte Sarinah. Setelah itu, pelaku bersama temannya membawa spanduk dan kardus untuk memperbesar api. Mereka memang sudah berniat membakar halte. Bukan untuk unjuk rasa.

Dalam video, para pelaku tetap fokus melakukan pembakaran halte ketika pendemo mencoba menerobos barikade polisi. Bolak balik si pelaku dan temannya ke titik api untuk membakar berbagai benda yang kemudian diboyong ke halte.

Baca juga : MAKI Minta Bareskrim Polri Gelar Rekonstruksi Terbuka

Pukul 17.08 WIB, pria bertopi itu terekam berada di dalam halte, tengah melakukan pembakaran. kobaran api pertama berada di bagian selatan halte dan semakin membesar. Pukul 17.22 WIB pelaku membawa kardus yang terbakar ke sisi utara Halte Sarinah.

Momen ini dijepret fotografer merdeka.com Arie Basuki, yang jadi awal penelusuran Narasi TV. Setelah itu, api membesar di kedua sisi halte. Para pelaku duduk-duduk, merayakan perbuatannya. ketujuh wajah gerombolan pembakar ini ditunjukkan dalam video. Tak ada kemiripan dengan 4 tersangka yang dipamerkan Polda dalam konferensi pers, 12 Oktober lalu.

Apa tanggapan Polda terhadap penelusuran narasi TV? Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, penyidik masih melakukan identifikasi dan pengejaran kepada para pelaku yang terekam dalam CCTV dan foto-foto yang viral. “Memang masih ada pelaku lain, di samping beberapa pelaku perusakan dan pembakaran yang sudah kami amankan dan tetapkan tersangka,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Baca juga : Nasir Djamil: Kebakaran Gedung Kejagung Bukan Keinginan Jaksa Agung

Terpisah, Direskrimum Polda Metro Jaya, kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, akan menjadikan hasil investigasi rekaman CCTV tim narasi TV itu sebagai bahan penyelidikan. “Video itu bisa sebagai bahan penyelidikan. Untuk sementara, kita sudah ada beberapa tersangka, dan masih terus berlanjut,” ujar Ade, kemarin.

Warganet pun mempertanyakan kinerja kepolisian. “Tersangka pembakar gedung kejaksaan tidak ditahan. Pembakar Halte Thamrin tidak ditahan. Tapi, pembakar semangat agar rakyat kritis dan pintar malah diborgol,” kata politisi Demokrat Andi Arief lewat akun @andiarief_.

Andi pun penasaran apakah Presiden Jokowi tidak tahu atau sengaja tidak diinfokan. “Atau bagian dari ketidakadilan hukum itu sendiri? Masak sih bisa tidur nyenyak di Istana di saat pembakar kejaksaan dan benerapa halte di Jakarta bebas keliaran tapi @syahganda dan @jumhurhidayat di penjara diam saja?,” cuitnya.

Baca juga : Polisi Masih Puter Otak

Akun @HukumDan membandingkan hasil penyidikan kasus kebakaran Kejagung dengan pembakaran halte Trans Jakarta. “Apakah sulit melacak keberadaan para terduga pembakar halte Sarinah? Rasanya nggak juga. Teknologi sudah demikian canggih. Puntung rokok yang sudah jadi abu saja bisa ungkap penyebab kebakaran. Nggak mungkin kalau ini nggak bisa. Polisikan sangat profesional,” sindirnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense