RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memuji sikap tegas Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, yang menurunkan baliho bergambar Rizieq Shihab. Pujian dari orang nomor 1 itu membuat nama Dudung yang sedang melambung, makin tak terbendung.
Pujian Jokowi itu disampaikan saat wawancara khusus dengan Metro TV bertajuk “Jurus Jokowi Atasi Pandemi” yang diunggah di akun YouTube Metrotvnews, Kamis (26/11). Dalam kesempatan itu, Jokowi diwawancarai jurnalis Metro TV, Zilvia Iskandar, di beranda Istana Merdeka. Dalam video berdurasi 1,5 jam itu, Jokowi bicara banyak hal. Mulai dari penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, hingga vaksin Covid-19.
Zilvia kemudian menyinggung soal kerumunan besar yang baru-baru ini terjadi di Bandara dan acara pernikahan putri Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta. Jokowi kecewa betul dengan kerumunan tersebut. Dia bilang, kejadian kerumunan itu jadi koreksi bersama betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan dan menegakkan disiplin dan aturan protokol kesehatan.
Baca juga : Jokowi Sedih, Rakyat Sedih
Zilvia Lalu menanyakan soal sikap Mayjen Dudung yang dengan tegas menyatakan akan menghajar pihak yang mengganggu persatuan dan kesatuan di Jakarta dan memerintahkan prajuritnya mencopot baliho bergambar Rizieq. Apakah Presiden merestui? “Saya kira, memang ketegasan itu yang kita perlukan,” kata Jokowi. “Tapi, tetap dalam koridor aturan, dalam koridor undang-undang. Saya mengapresiasi ketegasan-ketegasan seperti itu,” puji Jokowi.
Sebelum dipuji Presiden, Dudung lebih dulu mendapat apresiasi dari rakyat. Dudung dikirimi karangan bunga juga didatangi artis-artis yang mengucapkan terima kasih. Nama Dudung pun berkibar. Sepekan kemarin, sorot kamera terarah ke perwira bintang dua ini.
Pujian dari Jokowi makin membuat Dudung melambung. Warganet berharap Dudung terus bersikap tegas. “Sukses selalu Jenderal. Jangan kasih kendor,” kicau @budimario, mengomentari berita pujian Jokowi kepada Dudung. Akun @novrdx1 berharap Pangdam lain bisa meniru ketegasan Dudung. “Apa kita cuma punya 1 jenderal aja yg berani tegas, keras dan gentle?” kicaunya.
Baca juga : Zainudin Amali Dukung Batam Cetak Petinju Kelas Dunia
Menurut dia, Dudung berani bicara lantang dengan mengatakan itu perintah saya saat ditanya soal penurunan baliho. “Gak pakai cerita mbulet, ga buang badan nyalahin anak buah,” ujarnya.
Menurut akun @soezoelas67 kalau sudah mendapat pujian dari presiden, karir Dudung dijamin melesat. “Yaa bisa lah calonnya KSAD. Setelah itu naik jadi Panglima TNI,” cetusnya. “Sebentar lagi bintang 3 ya, Pak,” timpal @jasond. “Bravo Pangdam Jaya,” sahut @herulaksing.
Meski begitu, masih ada yang mengkritik. Salah satunya adalah politikus Demokrat Andi Arief. Andi menilai pernyataan Jokowi cukup mengerikan bagi demokrasi. Menurutnya, pernyataan Jokowi yang mengapresiasi tindakan Pangdam Jaya dalam mencopoti baliho-baliho, membenarkan dugaan publik bahwa memang benar ada campur tangan Presiden dalam instruksi Pangdam Jaya tersebut.
Baca juga : Terawan Ngibrit Ke Pintu Belakang
“Membenarkan banyak pihak bahwa ada perintah Presiden pada TNI untuk menurunkan baliho dan mengejar HRS,” kicau @Andiarief__. Selain itu, Andi juga mengatakan bahwa pernyataan Jokowi itu bisa membuat publik menilai bahwa Jokowi menggunakan TNI untuk kepentingan pribadi. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.