Sebelumnya
Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menjawab kritikan Rachland. Kata dia, Indonesia pernah mengalami masa di mana ketika mendapat berkah dari booming komoditas, namun memiliki anggaran belanja infrastruktur yang sangat rendah.
“Pak Jokowi menggenjot untuk mengejar ketertinggalan. 2020, anggaran infrastruktur diturunkan. 2021, fokus ke infrastruktur digital, perbaikan infrastruktur kesehatan & pertanian,” cuit Yustinus melalui akun @prastow, kemarin.
Baca juga : Dian Sastro Happy Pandemi Tak Batasi Sineas Untuk Berkarya
Perdebatan antara Rachland dengan Yustinus memancing warganet lain untuk berkomentar. Ada yang mendukung Rachland, tak sedikit juga yang mendukung Yustinus. “Gagal paham dengan skala prioritas negara. Karena ada kepentingan lainkah?” tanya akun @dedirahimuddin. “Mereka kan waras pak. Kita mah kagak,” cetus @Kopi_laut.
Akun @amisryahoke membela pemerintah. “Di negara tersebut dengan wilayah seuprit, infrastrukturnya jauh lebih lengkap dan maju. Di Indonesia, infrastruktur masih kurang. Jika tidak ditambah, maka akan makin tertinggal,” cuitnya.
Baca juga : Banyak Tantangan Mengajar Di Masa Pandemi Covid, Pendidik Tetap Termotivasi
“Di sini juga pernah proyek infrastruktur di stop, padahal nggak ada pandemi. Tapi distop karena ada korupsi, akhirnya jadi candi,” ledek akun @aji_tech. “Jelas diteruskan dong, sebelumnya 2 periode nggak ngapa-ngapaian,” timpal akun @kawananraja.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai, sah-sah saja mengerek anggaran infrastruktur. Tentu dengan syarat, uang sebanyak itu harus digunakan dengan sebaik mungkin. Apalagi, jika landasannya untuk meningkatkan perekonomian.
Baca juga : Ini Di Malaysia, Bukan Di Sini Ya
“Persoalannya, tidak semua infrastruktur yang dibangun itu direncanakan dan digunakan dengan baik. Kalau kesehatan, apa boleh buat. Sekarang semua orang harus berjibaku lebih mahal mengeluarkan uang ketimbang waktu awal-awal Covid-19,” kata Agus kepada Rakyat Merdeka, semalam. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.