RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena mengakui pesawatnya sempat mengalami delay atau keterlambatan dari jadwal.
"Memang sempat ada delay 30 menit karena faktor cuaca," katanya dalam konferensi pers di di Posko Crisis Center Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (9/1).
Baca juga : Bupati Kepulauan Seribu: Pesawat Sriwijaya Air Jatuh Di Perairan Pulau Laki
Walaupun sempat delay, Jeff memastikan kondisi pesawat dalam keadaan baik dan layak terbang sebelum take off.
"Kondisi pesawat dalam keadaan sehat, karena ini adalah rute kedua pesawat ini, sebelumnya Pontianak-Jakarta, informasi maintance semua lancar," tegasnya.
Baca juga : Rachmat Gobel Apresiasi Menteri PUPR Wajibkan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Berdasarkan informasi awal, jumlah penumpang 56 orang 46 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Berdasar keterangan warga bersama aparat wilayah di Pulau Pari, tidak jauh dari Pulau Lancang, menemukan serpihan-serpihan barang termasuk kabel di perairan. Pencarian tengah dilakukan oleh aparat wilayah dibantu warga dan nelayan. Sejumlah kapal masih mencari di sejumlah titik di antara Pulau Lancang, Pulau Laki, dan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.