Sebelumnya
Luhut menyebut, hasil vaksinasi ini tidak instan. Baru akan terlihat pada tiga bulan berikutnya. “Tiga bulan ke depan akan kelihatan dampaknya. Semoga dilakukan cukup baik," ujarnya, waktu itu.
Makanya, dia meminta pelaksanaan tes swab dan rapid antigen diperbanyak. Ia juga meminta ada pengetatan karantina dan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona. "Kalau dikerjakan sungguh-sungguh di semua tempat, kita bisa melokalisasi Covid-19," tambahnya.
Baca juga : Luhut: Lumbung Pangan Di Sumut Panen Februari
Setelah itu, Luhut belum berkomentar soal Corona lagi. Dia lebih banyak bicara mengenai investasi, produk dalam negeri anak bangsa, rencana bos produsen mobil listrik Tesla datang ke Indonesia, lumbung pangan, sampai soal aspal.
Untuk meningkatkan investasi, pada 12-13 Januari kemarin, Luhut mengajak Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengelilingi Danau Toba, Sumatera Utara. Di sana, Luhut mengajak Wang Yi mendaki dan menikmati panorama perbukitan Kaldera. Luhut menganggap kampung halamannya bawa hoki. Sebab delegasi yang dipimpin Wang Yi akhirnya mau investasi di Indonesia.
Baca juga : Ibra Borong Dua Gol, Milan Gasak Cagliari 2-0
Kegiatan ini sempat membuat warganet sewot. Mereka menganggap, kegiatan itu menunjukkan bahwa Jokowi salah saat menunjuk Luhut untuk menanggulangi pandemi. "Spesialis Luhut itu mendatangkan China, bukan mengusir Corona," sindir @RafliPadang. "Ketua penanganan pandemi Covid-19 yang ditunjuk Presiden Jokowi apa masih Pak Luhut atau sudah ganti orang ya?" heran @didienAZHAR. "Berkat Luhut, Covid-19 meroket, ekonomi tetap menukik ambles," tuding @kucingkampunq. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.