Dark/Light Mode

Progresnya Menggembirakan

Luhut: Lumbung Pangan Di Sumut Panen Februari

Rabu, 20 Januari 2021 05:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemariti­man dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok. Kemaritiman)
Menteri Koordinator Bidang Kemariti­man dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok. Kemaritiman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jika tak ada aral melintang, Food Estate atau lumbung pangan di Sumatera Utara (Sumut) sudah bisa dipanen pada Februari 2021.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemariti­man dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, lahan Food Estate sudah terbuka 200 hektare (ha) di Sumut.

Dari 200 ha tersebut, 73 persen sudah ditanami tiga komoditas, yaitu kentang, bawang merah dan bawang putih.

Berita Terkait : Luhut Rayu Menlu China Investasi Di Danau Toba

“Kemarin saya ke sana melihat lahannya, sudah ditanami. Diperkirakan minggu kedua Februari 2021 sudah bisa panen,” kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Food Estate di Ke­menterian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, kemarin.

Dari laporan Kementerian Pertanian, hingga 12 Januari 2021, sudah tersedia lahan ter­buka dan siap tanam. Pemerintah juga telah melaksanakan survei identifikasi dan desain untuk area baru seluas 785 ha.

Selain itu, lanjut Luhut, Ke­menterian Pertanian juga sudah memiliki desain Jalan Usaha Tani. Usulan pembangunannya akan dilakukan setelah usulan pendanaan disetujui.

Berita Terkait : Luhut Ajak Menlu China Hiking Di Sekitar Danau Toba

Dari sisi Kementerian Peker­jaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini juga sedang dibuat reservoir (penam­pungan) air dengan kapasitas 1.000 meter kubik.

“Konstruksi irigasi tersebut dibangun untuk lahan seluas 200 hektare. Pengerjaan ini di­targetkan selesai pada triwulan II-2021,” kata Luhut.

Sementara, untuk Kemente­rian Agraria dan Tata Ruang/Ba­dan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN), sudah ada laporan 87 bidang tanah telah disertifikasi di area 200 ha.

Berita Terkait : Pembangunan Hotel Dikurangi Di Tempat Wisata, Ini Alasan Menko Luhut

Kendati begitu, ada juga ken­dala terkait kepemilikan tanah di lumbung pangan.
 Selanjutnya