BREAKING NEWS
 

Hadapi Mutasi Covid-19

Batasi Pergerakan Orang Kudu Konsisten

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 31 Januari 2021 08:52 WIB
Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas Penanganan Covid-19 Andre Rahadian (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mutasi virus Corona sudah terjadi di berbagai negara. Pemerintah pun telah mengantisipasinya dengan memberlakukan berbagai kebijakan pembatasan pergerakan penduduk dalam dan luar negeri. Kalau berbagai kebijakan ini dilakukan konsisten dan dikombinasikan dengan vaksin, insya Allah, Indonesia aman. 

Pemerintah sejauh ini sudah melakukan upaya mitigasi. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pembatasan masuk Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri. “Untuk menghadapi mutasi Covid-19, pelaksanaannya harus konsisten,” ujar Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Andre Rahadian dalam webinar yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), kemarin. 

Baca juga : ILUNI UI Dukung Pembatasan Pergerakan Warga Asing Masuk Indonesia

Selain pembatasan pergerakan penduduk dalam dan luar negeri, Andre juga mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kesiapan vaksinasi Covid-19. Pemerintah diminta tak hanya memperhatikan distribusi maupun teknis pemberian saja. Tapi juga, implikasinya terhadap mutasi virus. 

Adsense

Sementara, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof dr Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, sebetulnya kemunculan terjadinya mutasi virus yang membentuk varian baru, lumrah terjadi. Tapi, ada kemungkinan mutasi baru bermasalah terhadap kerja vaksin. Industri vaksin global mesti mencari solusinya. 

Baca juga : Pasien Covid Isoman Disarankan Rajin Pantau Oksigen Pakai Pulse Oximeter

“Vaksin harus siap disesuaikan berdasarkan kondisi mutan SARS CoV-2. Agar kinerja vaksin masih efektif mengenali SARS CoV-2,” tuturnya. 

Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Dr dr Iris Rengganis meyakini, varian baru SARS CoV-2 dari Inggris tidak mempengaruhi kerja vaksin yang sudah beredar saat ini. Soalnya, mutasi hanya bersifat sebagian saja pada permukaan (spike) virus. Sementara varian baru dari Afrika Selatan masih terus dipantau. 

Baca juga : Pekerja Penggali Kubur Kewalahan

Sebelumnya, dalam Focus Group Discussion (FGD) Rakyat Merdeka, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Kepala BRIN), Prof Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, ada temuan strain virus baru di Tanah Air, yakni D614G. Namun, virus itu ternyata tidak menyeramkan. 

“Setelah dilihat, ternyata tidak menimbulkan penularan yang lebih besar dan tidak menimbulkan keparahan dari penyakit,” ungkapnya. Dia memastikan, sejauh ini vaksin Covid-19 yang ada masih ampuh melawan virus strain baru tersebut. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense