Sebelumnya
Qadari berpendapat, melompatnya terlalu jauh kalau dari Wali Kota Solo, lantas Gibran langsung ke Pilpres 2024. Idealnya, tahapan yang dilalui berikutnya, yakni Pilkada DKI dulu.
“Kalau misalnya Jokowi punya agenda mengajukan Gibran di DKI atau bahkan Pilpres 2024, justru dia berkepentingan majukan jadwal Pilkada itu tahun 2022,” kata Qodari kembali mengulang analisisnya.
Hal senada juga disampaikan pengamat Politik Hendri Satrio. Menurutnya, masih terlalu dini bila Gibran dipaksakan maju di Pilpres 2024.
Baca juga : Covid-19 Dan Bencana Alam
“Kalau Jokowi mau mempersiapkan Gibran untuk maju ke nasional, itu paling cepat 2029. Paling cepat. Itu normalnya. Tetapi kalau mau dipaksakan, kita enggak pernah tahu,” kata pengajar di Universitas Paramadina ini.
Lantas apa tanggapan parpol? Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menilai tidak ada masalah jika Gibran mau nyapres. Pasalnya, itu hak semua orang termasuk putra sulung Jokowi itu.
“Namun pembatalan revisi Undang-Undang Pemilu tidak ada hubungannya dengan Gibran. Silakan saja nyapres, tidak ada larangan,” kata Jazilul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Anya Geraldine, Foto Seksi Diprotes Ibunda
Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno mengimbau masyarakat tidak berprasangka aneh-aneh terhadap niatan Gibran di kemudian hari usai memimpin Solo. “Dugaan dalam politik itu biasa. Namun bila dugaan disampaikan sebagai keyakinan, itu mengandung bahaya,” ungkap anggota Komisi XI DPR itu.
Teruntuk Gibran, dia yakin suami dari Selvy Ananda itu tetap akan berkonsentrasi terlebih dulu memenuhi harapan warga Solo. Terlebih lagi, PDIP mempunyai stok melimpah untuk mengisi pos-pos kontestasi penting.
“Para kader diminta berkinerja terpuji dulu. Jangan belum apa-apa berambisi ingin mengecap mobilitas vertikal. Kader utama partai paham soal ini,” bebernya.
Baca juga : Gibran Disebut Terseret Skandal Bansos, Ini kata KPK...
Sementara itu, di dunia maya, banyak netizen yang kerap menggaungkan Gibran for Capres 2024. Salah satunya, akun @RianRD3. “Keliatannya Gibran malah kader PDIP yang potensial untuk Capres 2024. Jangan ada yang protes ya,” cuitnya. “AHY sudah mencoba di Pilgub DKI, gagal. Silakan maju lagi, mau langsung capres juga boleh, apa salahnya jika Gibran seperti itu? Yang penting ada partai pengusungnya,” timpal akun @WMA533. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.