Sebelumnya
Menurut dia, seharusnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mendatangkan maslahat, bukan mudharat. “Harusnya kebijakan pemerintah itu menekan konsumsi minuman beralkohol, bukan malah didorong untuk naik,” kritiknya.
Kiai Said menegaskan, dampak negatif miras sangat banyak. Menurutnya, bukan tidak mungkin bangsa ini akan mengalami kemunduran jika tetap memaksakan investasi miras direalisasikan. “Kalau kita rela terhadap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak,” pesan Kiai Said.
Baca juga : Gus Jazil: Azab Menanti Kita
Penolakannya juga datang dari Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid. Menurut dia, investasi miras tidak akan sebanding dengan kerusakan yang akan dihadapi bangsa di kemudian hari. “Kita bukan bangsa pemabuk. Kita bangsa yang berketuhanan. Miras itu jalan setan, akan lebih besar kerusakannya daripada manfaatnya,” tegasnya. “Kita ini sudah miskin, jangan dimiskinkan lagi dengan miras. Celaka menanti kita,” tambahnya.
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid meminta Jokowi membatalkan Perpres miras. Apalagi, kata dia, NU dan Muhammadiyah juga sudah menolaknya dengan tegas. “Akan sangat baik kalau Presiden @jokowi menarik Perpres investasi miras yang bermasalah itu,” ujar Hidayat, di akun Twitternya, @hnurwahid, kemarin.
Baca juga : Gelora: Daripada Miras, Mending Pemerintah Kembangkan Industri Herbal
Warganet tak henti-hentinya mendesak Jokowi membatalkan Perpres miras. Misalnya dikatakan akun @koko_andria. “Ada bapak proklamator. Ada bapak pembangunan. Semoga, nggak ada bapak miras Indonesia,” kelakarnya. “Mau cari pembenaran kek. Mau cari referensi alibi kek. Sekali haram, tetap haram. Sekali merusak, tetap merusak. Pak @jokowi segera batalkan perpres miras,” cuit @KING_VADUKA.
@MuhFahriUsman menilai, Perpres miras jelas memfasilitasi antara gubernur, produsen miras, dengan investor agar bisa menambah jumlah produksinya. “Semakin banyak diproduksi, harga semakin murah semakin banyak yang jadi pemabok,” cuitnya.
Baca juga : Soal Perpres Miras, NU Istiqomah Nolak
“Sebetulnya, jika Wapres KH MA dilibatkan dalam perpres investasi miras tersebut, pasti MUI tidak akan repot menyikapinya. Tapi sayang, Wapres seorang ulama yang sangat dimuliakan, kini terkesan diam di mata umat Islam. Terasa sedih memang,” beber @BoesthamiA.
Bagaimana sikap Jokowi terhadap penolakan Perpres miras? Sampai kemarin, Jokowi belum berkomentar soal Perpres miras. Seharian kemarin Jokowi melakukan kegiatan di Yogyakarta. Selain nyelawat ke Artidjo Alkostar, Jokowi juga menyaksikan vaksinasi dan peresmian KRL Solo-Yogyakarta. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.