BREAKING NEWS
 

Vaksinasi Covid

Sejuta Sehari Masih Mimpi

Reporter & Editor :
APRIANTO
Kamis, 25 Maret 2021 06:30 WIB
Presiden Jokowi saat memantau langsung pelaksanaan Vaksinasi di Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (24/3/2021). (Foto: Setpres)

 Sebelumnya 
Selain itu, sambung Nadia, pemerintah juga tengah berupaya menambah jumlah vaksinator. Disamping juga mempercepat distribusi vaksin. “Jika itu terealisasi, maka tren vaksinasi itu, bisa mencapai 1 juta dosis per hari,” tandasnya.

Epidemiolog Griffith University Ausatralia, Dicky Budiman mengaku sempat menelusuri apa yang menjadi penyebab masih rendahnya capaian vaksinasi. Dua faktor paling besar adalah supply atau ketersediaan vaksin dan rumitnya birokrasi di Indonesia.

“Saya cek ke Puskesmas dan Rumah Sakit, jangankan di pelosok, di Bandung saja, supply vaksinnya belum cukup. Selain ketersediaan, kendala lain adalah dari sisi administrasinya,” kata Dicky dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Jokowi Akan Turun Ke Pelosok Negeri

Kandidat PhD Global Health Security and Pandemic ini mengapresiasi langkah pemerintah mengamankan vaksin dari Sinovac. Tapi, jumlahnya belum cukup untuk menyuntik 181,5 juta orang. Atau 70 persen dari total penduduk Indonesia untuk mewujukan herd imunity atau kekebalan kelompok.

Selain supply, distribusi dan transportasi juga disebut masih jadi kendala. Karena tidak semua daerah punya gudang penyimpanan. Jika punya, tapi kapasitasnya terbatas. “Sekarang belum terlihat, karena belum banyak (supply vaksin). Apalagi gudang penyimpanan juga dipakai untuk reagen, dan sebagainya,” tuturnya.

Sumber daya manusia atau SDM untuk vaksinasi ini juga tidak kalah penting. Hitungan Dicky, setidaknya butuh 60 ribu vaksinator untuk mengejar target 1 juta orang yang divaksin dalam sehari. Itu belum dihitung, tenaga kesehatan lain yang ikut membantu.

Baca juga : Presiden Bakal Hadiri Temu Nasional Relawan Jokowi

“Kalau bicara jumlah ideal, secara umum, untuk menyuntik 5.000 orang, itu perlu 300 vaksinator yang bekerja selama 12 jam,” sebut Dicky.

Jika menilik pengalaman vaksinasi di Gelora Bung Karno (GBK), yang punya kemampuan 5 ribuan vaksinasi dalam sehari, maka perlu sekitar 200 GBK di seluruh Indonesia untuk mencapai target sejuta vaksinasi sehari.

“Saya rasa, realisasi herd immunity di Indonesia itu antara 2 atau 3 tahun. Itu baru sangat realistis. Ini sudah saya sampaikan ketika diundang ke KSP pertengahan tahun lalu,” imbuh Dicky.

Baca juga : Seskemenkop Berharap Layanan Terhadap Publik Bisa Lebih Baik

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay menilai sejauh ini vaksinasi sudah berjalan dengan baik. “Hanya targetnya yang belum tercapai,” kata Saleh, ketika dikonfirmasi Rakyat Merdeka, tadi malam. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense