BREAKING NEWS
 

Literasi, Kekuatan Besar Ciptakan SDM Unggul

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 25 Maret 2021 13:21 WIB
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bandon (tengah) dalam pelantikan Bunda Baca, di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/3). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses dengan pencanangan Festival Literasi pada 2019, Kabupaten Nagekeo kembali menunjukkan komitmen meningkatkan minat banyak masyarakat dengan melantik Bunda Baca Kabupaten Nagekeo bersamaan dengan tujuh Bunda Baca Kecamatan, di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/3). Pengukuhan dan penyematan selempang Bunda Baca dibacakan langsung Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bandon, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nagekeo Nomor 108 Tahun 2021.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan, perkembangan selama dua tahun setelah ditetapkan sebagai daerah literasi, daerahnya telah meluaskan program literasi. "Gerakan Literasi tidak terbatas pada institusi, melainkan sudah ada upaya massif perorangan untuk membangun perpustakaan maupun pojok baca," ungkapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (25/3). 

Inisiatif yang dimaksudkan Don Bosco adalah gerakan mendorong lahirnya perpustakaan desa/kelurahan. Juga mendorong agar sekolah tidak hanya memiliki ruang perpustakaan, namun juga pojok baca di setiap kelas. 

Baca juga : Kementan Bersama Brimob Siap Perkuat Pangan Nasional

Don Bosco mengatakan tidak memungkiri bahwa faktor teknologi menyebabkan informasi deras mengalir. Namun, perlu diingat bahwa esensi dari literasi bukan membangun fisik melainkan bagaimana masyarakat memiliki kemampuan menyaring (filter) agar setiap informasi yang diterima tidak ditelan utuh tapi juga dicerna.  

Adsense

Literasi dapat menjadi kekuatan besar menciptakan sumber daya manusia unggul ketika seluruh stakeholder terlibat. Mulai dari pemerintah, swasta, satuan keluarga, dunia pendidikan, sampai akademis. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTT Stefanus I Ratoe Oedjoe mengatakan, literasi merupakan fondasi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan unggul. Tumbuh kembang literasi tidak lepas dari peran perpustakaan. 

Baca juga : Sandi Masuk Empat Besar Capres Pilihan Anak Muda

Bagaimana menciptakan SDM berkualitas? Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, SDM dikatakan berkualitas apabila bisa menjawab tantangan dengan cepat. SDM berkualitas sudah pasti unggul. "Kualitas SDM unggul sanggup menghasilkan pasar dan lapangan kerja sehingga dapat memberikan dampak kesejahteraan," jelasnya. 

Karena itu, lanjutnya, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan saat ini, literasi dimasukkan ke dalam empat tingkatan. Pertama, kemampuan mencari sumber bahan bacaan bermutu sesuai dengan kebutuhan. Kedua, kemampuan memahami yang tersirat dan tersurat. Ketiga, kemampuan menghasilkan ide/gagasan/kreativitas, serta inovasi baru. Keempat, kemampuan menciptakan barang/jasa yang berguna bagi kemaslahatan masyarakat. 

"Tapi, ada catatan khusus bagi dunia perguruan tinggi. Karena saat ini menurut data Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), masih minim kontribusi perguruan tinggi terhadap literasi. Padahal, dari perguruan tinggi, potensi ide, kreativitas, gagasan bisa terbangun," lanjut Syarif. 

Baca juga : 30 Diplomat Korut Bedol Desa Tinggalkan Malaysia

Pada kesempatan itu, Syarif juga melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Nagekeo dan 5 perguruan tinggi di NTT yaitu Universitas Flores, Universitas Katolik Indonesia (UKI) Santo Paulus, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula, Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, dan Politeknik Santa Wilhelmus. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense