RM.id Rakyat Merdeka - Larangan mudik Lebaran tahun ini oleh pemerintah memicu beragam reaksi dari pelaku usaha. Maklum, libur Idul Fitri sudah menjadi momen yang ditunggu untuk mengerek pemasukan perusahaan.
Kendati begitu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku, sangat mendukung keputusan pemerintah terkait larangan mudik Lebaran 2021.
“Kami taat dan support keputusan pemerintah. Tapi tunggu aturan detailnya,” kata Irfan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Kemenhub Siapkan Aturan Pengendalian Transportasi
Sementara, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Tbk atau HIN Iswandi Said menyatakan, apa pun keputusan pemerintah, perseroan akan mendukung karena untuk kebaikan bersama.
Menurutnya, berkaca dari pengalaman selama setahun ke belakang, memang selalu ada peningkatan kasus Covid-19 pascaliburan.
“Kami akan tetap waspada, belum semua masyarakat divaksin. Sehingga bisa dikatakan kita masih dalam tahap transisi, belum benar-benar bebas Covid- 19,” ujar Iswandi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021
Ditanya pandangannya dari sisi bisnis, Iswandi mengaku larangan mudik pasti akan berdampak negatif pada pendapatan hotel. Namun, dia tidak bisa secara gamblang mengungkap potensi kerugian yang dideritanya kelak. Yang pasti, sebagai hotel milik BUMN, HIN tetap menjalankan sesuai protokol kesehatan.
“Kalau soal bisnis, jujur saya belum menghitung, karena untuk pembukuan juga kami belum hitung berapa keuntungan dan ruginya nanti,” ucap Iswandi.
Meski begitu, HIN tetap menerapkan strategi dengan meyakinkan pada konsumen jika menginap di hotel jaringan HIN, semua sudah memenuhi standar protokol kesehatan. Dia mencontohkan jaringan HIN di Bali, sudah seluruh stafnya divaksin dosis pertama.
Baca juga : Sabar..., Aturan Mudik Lebaran 2021 Diputuskan Sebelum Ramadan
“Sangat pas sekali kalau memulai lagi bisnis pariwisata dengan kepastian vaksin. Tapi kami juga tak bisa jor-joran, karena tergantung konsumennya juga. Pemerintah sudah memberikan peraturan yang terbaik bagi semua orang,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.