BREAKING NEWS
 

Di Hadapan 40 Pemimpin Negara

Luhut Pamer Proyek Lumbung Pangan Di Kalteng Dan Sumut

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Sabtu, 24 April 2021 05:57 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan da­lam pertemuan Leaders Summit on Climate (LSC). (Foto : Dok. maritim).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memamerkan proyek Food Estate atau lumbung pangan Indonesia di hadapan 40 pemimpin negara di dunia. Dipastikannya, proyek itu memberikan kontribusi nyata dalam meredam perubahan iklim.

Hal itu disampaikan Luhut da­lam pertemuan Leaders Summit on Climate (LSC), secara virtual kemarin.

Luhut memaparkan, dalam mengembangkan Food Es­tate, Indonesia memanfaatkan teknologi hijau dan mengaplikasikan teknologi agrikultur ter­baru untuk mengurangi limbah pertanian, penggunaan pupuk yang berlebihan, serta berbagai ancaman lainnya.

Baca juga : Seperti Angsa Terbang Dengan Dua Sayap

“Program ini menghasilkan berbagai peluang pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan pembangunan daerah pedesaan,” ungkap Luhut.

Luhut mengungkapkan, ada dua wilayah Food Estate yang sedang di kembangkan. Yaitu, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Utara (Sumut). Proyek ini telah memperlihat­kan berbagai dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain itu, disinyalir mampu meredam menghadapi perubahan iklim yang ekstrim.

Selain soal Food Estate, Luhut juga membeberkan tentang program pemerintah di dalam menjaga kenaikan suhu global. Menurut Luhut, Indonesia memiliki area perhutanan seluas 94,1 juta hektar atau 50,1 persen dari total luas daratan yang ada. Untuk menjaga kelestarian hutan, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden yang isinya membeku­kan izin baru untuk penebangan dan pemanfaatan lahan gambut sejak 2019.

Baca juga : Pak Jokowi, Jangan Gagal Fokus Saat Reshuffle!

Ekonom Institute for Development of Economics and Fi­nance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengamini pema­paran Luhut. Dari sisi konsep, menurutnya, program Food Estate adalah implementasi dari konsep revolusi hijau dan pengembangan lumbung pangan lainya yang belum dikerjakan secara maksimal.

Food Estate, lanjt Bhima, pro­gram yang bisa berkembang pe­sat karena sudah menggunakan sentuhan teknologi mekanisasi.

Adsense

“Food Estate adalah imple­mentasi dari konsepnya revolusi hijau, dimana Pak Jokowi mulai belajar agar kesalahan dulu tidak terulang di hari ini,” jelasnya.

Baca juga : DPR Desak Pemerintah Segera Teken Perpres Percepatan Penurunan Stunting

Namun, Bhima menyarankan, pengembangan Food Estate diperluas menjadi gerakan diver­sifikasi yang melibatkan semua masyarakat melalui penanaman pekarangan rumah secara masif. Langkah ini penting dilakukan agar ketahanan pangan dapat terwujud secara kolektif dan kebersamaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense