Sebelumnya
Menurut @mang_ib, lonjakan Covid-19 di sejumlah negara harus menjadi pengingat untuk waspada. “Jangan pernah lengah, sekecil apa pun kasus aktif di satu provinsi, kabupaten atau kota,” kata dia, mengingatkan.
“Dengan tidak mudik, bukan berarti putus silaturahmi, lho! Warga tetap bisa jalin silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman secara virtual dengan video call, telepon, chatting maupun zoom,” ujar @DivHumas_Polri.
Berdasarkan kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kata @AlbertSolo2, bandara tetap buka pada masa pelarangan mudik, tapi hanya dikhususkan untuk penerbangan pengangkutan logistik pangan dan pengiriman paket ekspedisi.
Baca juga : Netizen Dukung 6 Jurus Yang Dikeluarkan Satgas Covid-19
“Sedangkan pesawat terbang komersial dilarang,” kata dia.
Sementara, A Bang Hari tidak setuju dengan larangan mudik Lebaran. Dia mengusulkan, mudik diperbolehkan dengan syarat diperketat, prokes ditegakkan dan harus ada keterangan negatif Covid-19.
“Pengawasan dari aparat dan disiplin masyarakat yang harus ditegakkan, bukan dilarang,” kata dia.
Baca juga : Hore, Pekan Ini Tunggakan Buat Nakes Bakal Dibayar
“Bila mudik masih ramai, itu artinya berita baik, ekonomi tumbuh,” sambung Bengawan Farm menimpali.
Senada dilontarkan @Ebas2010. Menurut dia, pemerintah tidak usah khawatir dengan masyarakat yang mudik. Dengan ada pergerakan masyarakat, justru mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Justru pemerintah harusnya lebih khawatir lagi dengan kondisi ekonomi yang semakin mundur, lapangan kerja makin sulit, pengangguran semakin banyak,” tandas Fathur086. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.