Dark/Light Mode

Hore, Pekan Ini Tunggakan Buat Nakes Bakal Dibayar

Jumat, 30 April 2021 07:38 WIB
Ilustrasi Tenaga Kesehatan. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi Tenaga Kesehatan. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemekes) mengklaim sudah membayar tunggakan insentif bagi 79.564 tenaga kesehatan (nakes) sebesar Rp 475,7 miliar. Masih tersisa tunggakan Rp 437,4 miliar yang bakal dibayar­kan pekan ini.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Badan Pengembangan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK) Kemenkes Kirana Pritasari.

Menurutnya, tunggakan insentif nakes yang menangani Covid-19 bersumber dari APBN 2021.

Berita Terkait : Netizen Dukung 6 Jurus Yang Dikeluarkan Satgas Covid-19

Insentif tenaga kesehatan yang anggaran di pusat untuk tunggakan 2020, ini per 26 April 2021, sudah disetujui untuk dibayarkan ke 704 Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) sekitar 79.564 tenaga kesehatan dengan dana Rp 475,7 miliar,” ujar Kirana, kemarin.

Dia menyebut, ada tunggakan lain yang masih dalam proses review. Review dilakukan Kemenkes bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Tunggakan lain tersebut, di antaranya untuk tenaga kesehatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebesar Rp 155,5 miliar dari 18 faskes, dengan 12.439 nakes.

Berita Terkait : Gile, Kok Masih Mikir Cari Untung Di Tengah Pandemi...

Sementara untuk nakes Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), ada tunggakan sebesar Rp 258,84 miliar bagi 9.783 nakes. Ada pula relawan berjumlah 3.164 orang dengan insentif yang harus dibayarkan sebesar Rp 23,1 miliar.

“Minggu ini akan selesai di-review oleh BPKP dan akan proses pembayaran selanjut­nya,” janjinya.

Selain tunggakan yang akan segera dibayarkan, pemerintah juga telah menyetujui pembayaran insentif nakes 2021. Terdapat 82 fasyankes dengan jumlah 12.442 nakes, yang nilai totalnya mencapai Rp 83,89 miliar.

Berita Terkait : Stop Mementingkan Diri Sendiri Kita Kudu Kompak Basmi Corona

Kirana meminta fasyankes segera menginput data mengu­sulkan insentif tenaga kesehatan. Soalnya, anggaran 2021 ini tidak melalui proses review sehingga langsung bisa digunakan.
 Selanjutnya