Sebelumnya
“Jika hal ini terjadi, maka pulau Jawa menjadi kontributor terbesar dalam penurunan kasus, dan itu merupakan prestasi yang sangat baik,” katanya.
Melihat kenaikan kasus itu, epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman pun mewanti-wanti. Menurutnya, kenaikan kasus itu harus jadi alarm agar tetap mewaspadai efek dari melonjaknya angka positif virus Corona di negera tetangga itu.
“Sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat belajar dari situasi yang saat ini terjadi di Malaysia. Ini ada pesan penting karena ini alarm yang sangat jelas untuk Indonesia juga. Mau lockdown seperti Malaysia?” katanya kepada wartawan, kemarin.
Baca juga : Warga Malaysia Nggak Boleh Ninggalin Rumah Lebih Dari 10 Km
Dicky menyebut situasi pandemi Corona di Indonesia jauh lebih serius dari Malaysia. Sebab, angka positivity rate di Indonesia lebih tinggi dari Malaysia yang telah menerapkan lockdown. Di Malaysia, test positivity rate mereka sekitar 6 persenan, sementara di Indonesia yang rata-rata 10 persen.
Tingginya angka positivity rate itu, kata Dicky, juga diperparah dengan tingkat kematian Indonesia yang masih tinggi dibanding Malaysia. Menurutnya, rata-rata angka kematian Indonesia masih dua kali lipat lebih besar dibanding Malaysia.
“Malaysia masih di bawah 1 persen. Kita 2,6 hingga 2,7 persen kurang lebih, dan itu pun di atas rata-rata angka kematian global saat ini,” jelasnya.
Baca juga : Kasus Covid Masih Di Atas 6.000, Lockdown Di Malaysia Bakal Diperketat
Ditambah lagi, kata dia, kapasitas tes di Malaysia lebih tinggi dari Indonesia. Tes Covid-19 di Malaysia tiga kali lebih banyak dibanding Indonesia per 1.000 orang penduduk. “Indonesia rata-rata di bawah 1, rata-rata di setengah orang, 0,5 per 1.000 orang per minggu. Sedangkan Malaysia rata-rata 3,5,” sebutnya.
Dicky meminta pemerintah Indonesia belajar dari penanganan pandemi di Malaysia. Ia juga mengingatkan pemerintah menyiapkan skenario Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengantisipasi skenario terburuk.
“Kita tidak mesti melakukan lockdown. Tetapi konsistensi dari program-program itu harus dilakukan. Tentu sambil menyiapkan opsi PSBB yang jadi satu penguat ketika situasi sangat buruk,” katanya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.