BREAKING NEWS
 

Jika PPKM Mikro Maksimal, Juli Bisa Melandai

Jangan Berharap Kasus Covid Turun Selama Warga +62 Abai

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 29 Juni 2021 05:12 WIB
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Fatherratt berharap, melonjaknya kasus Covid-19 belakangan ini menjadi puncak pan­demi. Sekaligus menjadi pertanda berakhirnya pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan segera berakhir,” harapnya.

“Kasian yang terpapar, semoga sembuh dan pulih,” doa SembiringDalton. Menurutnya, sudah saatnya semua orang menganggap Covid-19 bahaya serius bisa jangkiti setiap orang. SembiringDalton juga berharap, semua elemen masyarakat kompak menghentikan perluasan Covid-19.

Fauziajeng meyakini kasus Covid-19 bisa melandai secepatnya jika semua orang patuh PPKM dan prokes. Buktinya, ketika keluar peraturan new normal dan prokes ketat diber­lakukan, grafik Covid-19 melandai.

Baca juga : Hati-hati, Corona Varian Delta Menular Lewat Berpapasan

“Jangan pernah ngeremehin masker, cuci tangan dan selalu sedia hand sanitizer di tas,” imbaunya.

Studyshf meminta pemerintah menerapkan lockdown agar kasus Covid-19 segera me­landai. Setidaknya, lokckdown diberlakukan satu minggu.

“Gue yakin bisa nurunin kasus Covid-19 walaupun nggak sepenuhnya,” tuturnya.

Baca juga : Netizen Sudah Nggak Sabar Kapan Anak Divaksin Covid

“Selama warga +62 masih abai dengan aturan prokes, jangan harap Covid-19 akan cepat melandai. Aparat juga harus bertin­dak tegas kepada para pelanggar,” tegas boecharikarim.

Awannputtih mengatakan, kebijakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 sudah dikaji komprehensif. Dari sejak awal Covid-19, pemerintah sudah menganjurkan untuk mematuhi prokes dan tidak abai supaya kasus positif Covid-19 segera melandai.

Mangmulyanto_ mengutip prediksi beberapa ahli yang menyebut pandemi Corona di Indonesia akan berlangsung lama. Bahkan, Indonesia disebut akan menjadi rumah Covid-19. “Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus lanjut, finish-nya belum keliatan,” katanya. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense