BREAKING NEWS
 

Tebar Bansos dan Diskon Listrik Selama PPKM Darurat

Risma: Data Yang Nyangkut Di Bank Sudah Dibersihkan

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Sabtu, 3 Juli 2021 05:05 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. (Foto : Dok. Kemensos).

 Sebelumnya 
Terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini me­mastikan Kementerian Sosial akan menyalurkan BST.

“BST akan disalurkan untuk Mei dan Juni, setelah sebelumnya berhenti di April. Kami berharap pekan ini atau paling lambat pekan depan bansos da­pat tersalurkan,” harap Risma.

Menurut Risma, besaran BST yang akan diberikan Rp 300 ribu per bulan, dan akan disalurkan kepada warga di setiap awal bulan. Sementara pada Mei dan Juni akan diberikan Rp 600 ribu sekaligus.

“Tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja,” pintanya.

Baca juga : Tegakkan Aturan Selama PPKM Darurat, KAI Bakal Dibantu TNI Polri

Eks Wali Kota Surabaya ini menjelaskan, BST akan me­nyasar 10 juta penerima bantuan, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 18,8 juta serta penerima PKH sebanyak 10 juta.

Risma juga menyinggung soal data penerima bansos. Dia mengaku, data itu sudah dibersihkan. “Ada 3,6 juta data yang nyangkut di bank dan tadi sudah di-clear-kan dalam rapat,” kata Risma.

Data nyangkut itu, kata dia, disebabkan nama yang tercan­tum di data bank tidak persis sama dengan data milik Kemen­terian Sosial yang sudah sesuai dengan NIK.

Yang jelas, penyaluran BST akan dilakukan melalui kantor pos. Sementara untuk BPNT dan PKH akan disalurkan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

Baca juga : Tenang Jangan Tegang

“Mudah-mudahan paling telat bisa direalisasikan pekan kedua bulan ini, dan kita usahakan semua bisa tersalurkan kepada warga,” jelasnya.

Risma memastikan, penyalu­ran bantuan tidak mengganggu anggaran Kementerian Sosial, karena ada tambahan anggaran dari pemerintah untuk dua bulan, yaitu Mei dan Juni sebanyak Rp 2,3 triliun.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, pemerintah perlu mengintensifkan bansos dan stimulus untuk sektor-sektor paling terdampak, seperti pari­wisata, transportasi dan ritel.

Hal yang tak kalah penting untuk mencegah PHK (Pe­mutusan Hubungan Kerja) se­lama penerapan PPKM darurat adalah memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca juga : Hore.... Ada Bansos Lagi Selama PPKM Darurat

“Masih banyak pos belanja yang sebenarnya tidak efektif. Itu bisa dipangkas dan dialihkan ke program bansos yang mul­tiplier effect-nya lebih besar,” ujarnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense