Click Here

Dark/Light Mode

Mulai Besok, Jawa-Bali PPKM Darurat

Tenang Jangan Tegang

Jumat, 2 Juli 2021 08:10 WIB
Ilustrasi PPKM Darurat. (Foto: Mice)
Ilustrasi PPKM Darurat. (Foto: Mice)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akhirnya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali mulai besok sampai 20 Juli, untuk menekan penularan Covid-19. Meski nama kebijakannya ada embel-embel “darurat”, masyarakat diimbau tetap tenang, jangan tegang, apalagi panik berlebihan.

Pengumuman penerapan PPKM Darurat dilakukan Presiden Jokowi langsung, kemarin. Jokowi menyampaikan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden. Acara dimulai tepat pukul 11.00 WIB.

Jokowi tampil sendiri, mengenakan setelan batik biru lengan panjang dan celana bahan hitam. Jokowi tidak lama-lama memberikan keterangan. Hanya sekitar lima menit kurang.

Berita Terkait : Yang Kontak Dengan Pasien Positif Covid Harus Karantina

Jokowi membuka keterangan pers dengan menjelaskan kondisi Corona di Tanah Air. Menurut dia, jumlah kasus Corona dalam beberapa terakhir meningkat tajam. “Karena masuknya varian baru,” Jokowi menyebut salah satu penyebabnya.

Untuk menekan penyebaran Corona, eks Wali Kota Solo ini mengatakan, pemerintah akan memperketat aktivitas masyarakat.

“Saya memutuskan memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” ujar Jokowi dengan mimik muka serius.

Berita Terkait : Puslatda PON Selama PPKM Darurat, Menpora Serahkan Kewenangan Ke Daerah

Menurut Jokowi, keputusan ini diambil setelah mendapat masukan dari sejumlah pihak. Antara lain dari menteri, ahli kesehatan, dan kepala daerah.

Jokowi tidak menjelaskan secara rinci poin-poin PPKM Darurat. Dia meminta, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk menerangkannya. Luhut sendiri ditunjuk Jokowi menjadi Komandan PPKM Darurat.

“Tetap tenang,” pinta Jokowi ke masyarakat, sebelum menutup keterangannya.
 Selanjutnya