Dark/Light Mode

Jangan Abaikan Faktor Keselamatan

Komisi V DPR Desak Maskapai Berbiaya Murah Dievaluasi

Senin, 18 Januari 2021 15:38 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae saat berkunjung ke posko pencarian Sriwijaya Air SJ-182 di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang disiarkan TV Parlemen DPR RI, Senin (18/1). (Foto: Tangkapan Layar TV Parlemen)
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae saat berkunjung ke posko pencarian Sriwijaya Air SJ-182 di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang disiarkan TV Parlemen DPR RI, Senin (18/1). (Foto: Tangkapan Layar TV Parlemen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Komisi V DPR menyoroti banyaknya maskapai bertarif murah di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae menyebut, jumlah maskapai berbiaya murah harus dikurangi. Sebab, dia mensinyalir, maskapai menyiasati harga murah dengan mengabaikan keselamatan.

"Jangan sampai terlalu banyak maskapai bertarif murah yang mengabaikan faktor keselamatan," kata Ridwan saat berkunjung ke posko pencarian Sriwijaya Air SJ-182 di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang disiarkan oleh TV Parlemen DPR RI, Senin (18/1).

Berita Terkait : Besok, Sriwijaya Air Berangkatkan 13 Keluarga Korban Ke Jakarta

Menurut Ridwan, maskapai bisa menawarkan harga murah dengan mengabaikan kualitas suku cadang pesawat. Hal itu jelas membahayakan bagi penumpang.

"Karena biaya murah pada dasarnya bisa terjadi dengan mengabaikan persoalan suku cadang yang sangat dibutuhkan," ungkap politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Agar kecelakaan penerbangan tidak terulang kembali, pihaknya akan segera memanggil jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Berita Terkait : Presiden Xi Sampaikan Dukacita Atas Kecelakaan Sriwijaya Air

"Dalam hal ini dalam waktu dekat Komisi V DPR akan memanggil, mengajak, mengundang Menteri Perhubungan dan yang terkait bicarakan hal ini," kata Ridwan.

Dia harap insiden ini jadi pelajaran bagi semua pihak. Sehingga tidak lagi terulang. "Harapan kami, ke depan tidak lagi terjadi hal seperti ini. Agar masyarakat Indonesia tenang dan tidak menimbulkan kegelisahan yang seperti sekarang untuk melakukan perjalanan udara," kata Ridwan.

Anggota Komisi V lainnya, Sudewo meminta, maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) menjelaskan perhitungan penetapan tarif perjalanan.

Berita Terkait : PM Kanada Sampaikan Belasungkawa Atas Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

"Tarif yang murah ini berimplikasi pada maintenance yang tidak baku. Suku cadang yang tak berkualitas. Sehingga menjadikan faktor terjadinya kecelakaan. Jangan hanya mencari penumpang banyak, tapi mengabaikan keselamatan. Ini harus diatur lebih rinci," ujar politisi Partai Gerindra ini. [FAQ]