Sebelumnya
Meski perpanjangan PPKM Darurat ini mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak, bagi Pandu, lebih baik pemerintah tetap fokus memperpanjang PPKM Darurat demi kesehatan dan keselamatan bersama. Tapi, masyarakat juga perlu diedukasi.
"Ya nggak apa-apa, ya biarin saja berpengaruh (kepada pendapatan pedagang), kan kita lagi memerangi virus bukan menyenangkan mereka (pedagang). Masyarakat juga dari dulu emang masyarakat diedukasi? Masyarakat diajak? Kan cuma dilarang-dilarang saja, masyarakat nggak diedukasi. Ini masyarakat harus diajari," tuturnya.
Pandu mendesak pemerintah untuk segera melakukan pengetatan. Ia menyebut, PPKM Darurat yang saat ini hanyalah respon atas apa yang sudah terjadi. Bukan bentuk antisipasi. Seharusnya respon tersebut dilakukan pada awal Juni. "Sekarang kondisinya darurat dan kalang kabut semuanya," ujar Pandu.
Baca juga : Lebih Baik Fokus Bentuk Herd Immunity Daripada Perpanjang PPKM Darurat
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dokter Widyastuti menyebut, PPKM Darurat bukan strategi ideal. Namun, bukan berarti tidak efektif. Kelemahannya adalah kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) 100 persen untuk pekerja non-esensial.
Kebijakan ini berpotensi multitafsir. Beberapa perkantoran tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Kondisi ini menurutnya berpotensi mengurangi harapan menurunkan jumlah kasus. Potensial lonjakan kasus telah terprediksi sebelumnya.
"Jakarta tidak sedang biasa-biasa saja. Saat ini angka kasus aktif hariannya menjadi 91 ribu lebih yang membutuhkan pertolongan medis," bebernya.
Baca juga : Wamenag: Sosialisasikan PPKM Darurat Dengan Bahasa Agama
Kehadiran varian Delta membuat penularan virus Corona begitu cepat. Varian asal India ini memiliki tingkat penularan lebih tinggi 97 persen dibandingkan virus aslinya.
Situasi Indonesia serupa dengan India saat gelombang kedua menerjang pada April-Mei lalu. Penyebaran yang cepat membuat layanan kesehatan kolaps.
Lonjakan kasus di Negeri Bollywood sempat mencapai 400 ribu orang per hari. Banyak pasien tak tertangani. Petugas pengurus jenazah kewalahan menangani mayat korban Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.