BREAKING NEWS
 

Kabar Corona Masih Nano-nano

Ada Yang Mulai Melegakan, Ada Yang Mengkhawatirkan

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 26 Juli 2021 08:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Berdasarkan laporan harian, lanjut Riza, kemarin, jumlah kasus baru juga menurun menjadi sebesar 8.360 kasus. Penurunan ini bukan karena jumlah tes turun. Dia memastikan, jumlah tes justru dinaikkan 20 kali dari standar World Health Organization (WHO).

Sedangkan kabar mengkhawatirkan adalah masih padatnya pasien Corona di ruang Intensive Care Unit (ICU). Dalam data di situs Sinarap 3.0 Kementerian Kesehatan, hampir semua rumah sakit yang ada ruang ICU, penuh sesak dengan pasien Corona. Termasuk rumah sakit umum daerah milik Pemprov DKI.

Baca juga : Apa Ada Yang Main Di Air Keruh?

Masih penuhnya ruang ICU juga dibenarkan dokter Eva Sri Diana Chaniago. Melalui akun twitternya, @__Sridiana_3va, dokter Eva menerangkan, di rumah sakit tempatnya bekerja, antrean di IGD sudah mulai menurun. “Kecuali ICU Covid, masih antre,” tulisnya.

Bagaimana tanggapan ahli mengenai kondisi ini? Epidemiolog Griffith University Australia Dicky, Budiman mengatakan, ada dua indikator yang harus dilihat dalam penanganan pandemi, yaitu awal dan akhir. Di awal, harus mengawasi kasus harian. Itu pun jika angka tesnya sudah memadai. Jika positivity rate masih di atas 5 persen, artinya belum terkendali.

Baca juga : Gibran Banyak Yang Doain

Itu sebabnya, harus dilihat dari indikator akhir. Dalam hal ini, ada tiga komponen: kapasitas tempat tidur (ruang isolasi), ICU, dan yang menggunakan ventilator. "Kalau ICU padat tapi IGD kosong, ini bukan hal aneh. Karena IGD dan ruang isolasi merefleksikan orang yang dirawat dengan status sedang menuju berat," ulas Dicky, saat dihubungi, tadi malam.

Hanya saja, kata dia, kondisi saat ini, 85 persen pasien Corona justru dirawat di rumah. Ketika sudah berat, baru dibawa ke rumah sakit. Sudah begitu, mereka juga bisa bisa langsung mendapat perawatan. Harus ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu surat rujukan Puskesmas. "Lantas pertanyaannya, apakah kualitas rujukan dari puskesmas sudah berkualitas?" kritik Dicky. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense