BREAKING NEWS
 

Ini Kisah Menegangkan Awak Pesawat Skadron Udara 17 Evakuasi WNI Dari Afghanistan

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 21 Agustus 2021 19:09 WIB
Skadron Udara 17 TNI AU yang mengevakuasi WNI di Kabul, Afghanistan. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Karena keterbatasan kapasitas pesawat, tidak semua barang bawaan WNI dapat diangkut ke dalam pesawat.

"Demi keselamatan bersama, kami membatasi barang bawaan hanya hand luggage saja, sehingga kami memohon maaf kepada WNI dan WNA yang kami evakuasi, karena koper-kopernya tidak semuanya bisa dibawa ke dalam pesawat," tutur Mayor Mulyo.

Baca juga : HNW Puji Kemenlu Berhasil Evakuasi WNI Dari Afghanistan

Akhirnya Boeing 737-400 berhasil mengevakuasi 26 WNI dan 7 warga non WNI dari Bandara Hamid Kanzai International, Kabul pada pukul 02.19 UTC menuju Islamabad.

Dari Islamabad, pesawat lepas landas pada pukul 23.33 UTC melanjutkan penerbangan menuju Tanah Air melalui, Karachi, Colombo, Banda Aceh dan pada pukul 03.05 WIB Pesawat Boeing 737-400 mendarat sempurna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca juga : Ibu Retno Gercep

Kedatangan pesawat TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma ini telah ditunggu para pejabat. Di antaranya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, serta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Usai mendarat di Halim, terpancar raut wajah bangga dari seluruh awak pesawat Boeing 737-400 Skadron Udara 17, meskipun mereka telah melaksanakan tugas negara hampir 72 jam dengan berbagai tantangan dan hambatan yang dilalui.

Baca juga : Siapkan Pesawat Khusus, Jepang Evakuasi Warganya Dari Indonesia

"Merupakan kebanggaan bagi kami, seluruh awak pesawat Skadron Udara 17 yang dipercaya untuk mengemban tugas negara di tengah-tengah situasi Afghanistan yang memanas, untuk menyelamatkan saudara-saudara kita di sana," tandas Mayor Mulyo. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense