RM.id Rakyat Merdeka - Keinginan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menginginkan ada ‘impor’ guru banyak ditentang masyarakat.
Warganet juga ikut-ikutan menentang kebijakan tersebut. Akun Poliklitik memprotes Puan Maharani dengan mengunggah meme di akun instagramnya. Di meme itu, terdapat guru yang sedang masuk di dalam kelas. Guru itu menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi dengan siswanya. “Good morning students,” ucap guru mengawali pembicaraan.
Namun, ucapan guru itu ditanggapi negatif oleh siswanya. “Kalau belajar sama orang asing ilmunya cepat masuk ke otak,” tanya salah satu siswa kepada rekannya.
Lalu, di temannya langsung menanggapi pertanyaan tersebut. “Tergantung kamu sarapan pake apa, pake singkong rebus atau keju,” timpal dia.
Baca juga : Usulan Puan Ditolak Warganet, Kualitas Guru Kita Hebat Kok
Akun poliklitik ikut memberikan tanggapan mengenai meme yang dipublisnya. “Impor guru. Mikir positif saja. Mungkin kalau gurunya orang asing, pelajaran lebih mudah. Mudah untuk bingung.
Bu menteri ini jarang terdengar, tetapi sekalinya terdengar visioner sekali ya gagasannya. Warbiayasah,” sentil dia.
Warganet lain ikut memberikan kritikannya. Mriskyrick mengaku kasihan jika pemerintah melakukan impor guru. “Guru lokal aja jarang dibayar, apalagi guru impor,” sindirnya.
_szu77pt_ mengatakan mungkin guru lokal zaman sekarang lebih percaya forward-an dan WhatsApp ketimbang buku cetak sehingga kualitasnya minim.
Baca juga : Merasa Bakal Dapat 1 Menteri, PSI Kepedean
“Kenapa pemerintah tidak fokus pada hal yang pundamental ya, seperti peningkatan kesejahteraan guru, perubahan sistem pendidikan yang lebih efisien.
Pembelajaran yang menanamkan moralitas dan kultur bangsa terhadap siswa,” ujar Mhairulfikriii. Sementara, Iqbalamsy tak mempermasalahkan jika pemerintah impor guru. “Supaya muridnya termotivasi dan percaya diri dengan dunia internasional,” katanya.
Tyo1169 bilang kalau untuk pelajaran bahasa lalu impor sah-sah aja. Sebagai native speaker dengan catatan di fakultas bahasa. Tapi kalau mengajarkan matematika ke anak SD kebangetan. Kecuali dengan kriteria sekolah tertentu.
Seperti diketahui, keinginan mengimpor guru itu diucapkan Puan Maharani pada saat menghadiri diskusi Musrenbangnas di Jakarta, Kamis (9/5).
Baca juga : Dharma Wanita Kemenpora Apresiasi Pentas Seni dan Bermain Bersama Yatim
Di acara itu, Puan mengatakan akan mengundang guru atau pengajar dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia. Tentu pelajaran yang dibutuhkan oleh siswa.
Ia meminta pihak berkepentingan seperti sekolah untuk menyampaikan pengajar seperti apa yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya, nanti akan dikoordinasikan untuk didatangkan. Kalaupun nantinya ada kendala bahasa, pemerintah tetap akan menyediakan banyak penerjemah serta perlengkapan alih bahasa. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.