BREAKING NEWS
 

Putus Mata Rantai Covid-19

Tracing Jangan Dikendorkan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 17 September 2021 06:10 WIB
Ilustrasi Tracing. (Foto: Getty Images).

 Sebelumnya 
Senada dilontarkan @NinjaCir3ng. Dia meminta Pemda berkontribusi lebih besar da­lam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Caranya, meningkatkan tracing atau pelacakan.

“Penanganannya dapat dilakukan dengan tepat berdasarkan data akurat di lapangan,” ujarnya.

“Tes lacak sangat penting dilakukan untuk segera menemukan masyarakat yang terpapar Covid-19,” timpal @denni_sauya.

Baca juga : Virus Corona Kategori VoC Atau VoI Kudu Diwaspadai

Akun @MarikaRahman mengatakan, tracing yang dilakukan Pemda berfungsi untuk memu­tus mata rantai penularan infeksi di daerah.

@margo_siswadi juga meminta Pemda meningkatkan tes lacak Covid-19. “Perketat disiplin prokes 3M, khususnya memakai masker dan tingkatkan cakupan vaksinasi agar angka penularan kasus Covid-19 terkendali,” imbaunya.

Menurut @TelkomIndonesia, menurunnya ka­sus Covid-19 di beberapa daerah tidak terlepas dari peran serta seluruh masyarakat yang turut aktif dalam vaksinasi dan prosedur 5M. Salah satu caranya, ikut dalam tracing penyebaran Covid-19 oleh aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga : Tuntasin Vaksinasi Dosis 2 Dulu

Tracing yang dilakukan Pemda masih belum optimal, sehingga akan berdampak pada posi­tivity rate yang belum turun maksimal,” te­gas @drpriono1.

“Kondisi positivity rate kita masih di atas 5 persen. Kita tidak memiliki kemampuan contact tracing yang cepat,” kata @PartaiSocmed.

Akun @amandamonica_ menegaskan, trac­ing yang rendah tidak terjadi di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur sudah memerintahkan melakukan tracing dari satu orang terkon­firmasi positif Covid-19 terhadap 15 orang kontak erat.

Baca juga : Pemerintah Siapkan 3 Jurus

“Hasilnya, pelacakan kasus atau tracing ratio Covid-19 di Jatim mengalami peningkatan signifikan,” tukasnya.

“Meski tracing Covid-19 yang dilakukan Pemda rendah dan PPKM nggak ketat, ban­yak negara lain pada bingung dengan kondisi Indonesia karena kasus Covid-19 menurun drastis,” kata @yuniwardhan. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense