Dewan Pers

Dark/Light Mode

Transisi Pandemi Ke Epidemi

Tuntasin Vaksinasi Dosis 2 Dulu

Selasa, 14 September 2021 06:14 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) saat memberikan arahan dalam Rapat Penanganan Covid-19 Bersama Forkopimda di Pendopo Bupati Malang, Sabtu (11/9). (Foto: Dok. BNPB).
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) saat memberikan arahan dalam Rapat Penanganan Covid-19 Bersama Forkopimda di Pendopo Bupati Malang, Sabtu (11/9). (Foto: Dok. BNPB).

RM.id  Rakyat Merdeka - Lima strategi tengah digalakkan pemerintah untuk menuju epidemi. Mulai dari disiplin protokol kesehatan (prokes) hingga penguatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengatakan, disiplin prokes menjadi poin pertama yang harus dilakukan dalam transisi pandemi ke epidemi. Masyarakat harus lebih diedukasi, sosialisasi dan mitigasi terhadap perubahan perilaku.

“Pembentukan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro juga perlu dibuat. Pembentukan Satgas prokes di fasilitas umum juga perlu. Tujuannya, untuk basis pengendalian di selu­ruh lapisan masyarakat,” kata Ganip.

Kedua, menggenjot vaksinasi. Kata Ganip, vaksinasi harus terus dilakukan Pemerintah Pusat dibantu seluruh unsur pentahelix. Semakin banyak masyarakat yang disuntik vaksin Covid, semakin cepat kekebalan kel­ompok atau herd immunity terbentuk.

Berita Terkait : Pemerintah Siapkan 3 Jurus

Ketiga, testing. Ganip berharap, setiap daerah mampu menyediakan minimal satu atau dua laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di tiap Kabupaten/Kota. Kata dia, dengan adanya fasilitas yang memadai, pengecekan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Ganip mengatakan, tracing menjadi jurus keempat yang bisa menentukan transisi pandemi ke epidemi berjalan mulus. Tenaga swabber dan tracer diupayakan diperbanyak, sehingga mampu mencapai target yang telah ditentukan, yakni 1:15.

“Artinya, apabila ada satu orang yang terkonfirmasi positif, maka dapat dilakukan pengecekan terhadap 15 orang yang memiliki riwayat kontak erat,” tuturnya.

Jurus kelima, yakni treatment. Ganip mengimbau setiap daerah menyediakan tempat isolasi terpusat (isoter) yang me­madai. Termasuk juga penguatan terhadap Puskesmas dengan menyediakan tenaga kes­ehatan dan obat-obatan yang mencukupi.

Berita Terkait : Naik KRL Cukup Tunjukin Sertifikat Vaksin Di PeduliLindungi

“Setiap kabupaten/kota setidaknya mini­mal memiliki satu Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dengan kualifikasi instalasi oksigen generator bagi para pasien yang tergolong bergejala berat,” kata Ganip.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini berharap, seluruh pesan penting tersebut dapat dijalankan dan dilaku­kan secara disiplin.

“Pada posisi yang sedang menurun ini bisa dijadikan masa transisi dari pandemi menuju epidemi,” tandas Ganip.

Netizen menyambut baik langkah yang dilakukan pemerintah untuk memuluskan transisi pandemi ke epidemi. Namun, ada juga yang meminta pemerintah tidak terburu-buru memikirkan status pandemi menuju epidemi.

Berita Terkait : Hati-hati, Pertahanan Jebol

Akun @lawancovid19_id mengatakan, pandemi Covid-19 tidak akan hilang da­lam waktu dekat. Sehingga, persiapan hidup berdampingan dengan Covid-19 harus segera dilakukan.

“Walau demikian, kita tidak boleh euforia berlebihan sampai abai prokes. Tetap pakai masker dalam berbagai kegiatan dan interaksi kita dan lakukan vaksinasi sesegera mungkin,” ujar @lawancovid19_id.
 Selanjutnya