BREAKING NEWS
 

Gara-gara Covid, PPKM, Dan Lain-lain

Kepuasan Ke Jokowi Turun Tapi Masih Aman

Reporter & Editor :
APRIANTO
Senin, 27 September 2021 08:05 WIB
Tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja Presiden Jokowi terus turun. (Foto: Setkab)

 Sebelumnya 
Ia mengaku tidak menemukan adanya referensi buku yang menjelaskan bagaimana menjalankan negara di saat pandemi. Khususnya dalam hal ekonomi. Hingga pihaknya mengambil konsep tiba saat, tiba akal.

“Makanya lihat kalau menteri-menteri sekarang itu mata di bawahnya itu, hitamnya banyak. Karena jarang tidur. Karena selaku berpikir, minggu ini kami punya strategi A, 2 minggu ke depan belum tentu strategi A itu bisa berlaku lagi, apabila kondisinya berubah lagi,” lanjut mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) itu.

Baca juga : Perangi Covid, Macan Kemayoran Gelar Vaksinasi Di Depok

Ia meyakini, dengan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, kepercayaan publik terhadap ekonomi akan perlahan-lahan membaik. Indikatornya bisa dilihat dari sisi investasi di kuartal ke III tahun ini. Bahkan bulan ini, grafik investasi mulai naik lagi.

Namun, Bahlil tidak menampik, jika penciptaan lapangan kerja di sektor informal cukup terdampak. Sebagai jalan keluarnya, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) didorong untuk tetap survive dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas terus dijaga.

Baca juga : Survei BI: PPKM Bikin Keyakinan Konsumen Terhadap Ekonomi Tertahan

Kemudian, kementeriannya juga mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru di seluruh wilayah Indonesia. Agar pusat ekonomi tidak mentok di suatu kawasan. Contohnya, pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik. Selain di Karawang, Jawa Barat, pemerintah juga mendorong pembangunan pabriknya di Maluku Utara. “Insya Allah ini udah mulai kelihatan,” tandasnya.

Bahlil juga memegang betul arahan Presiden Jokowi, agar setiap investasi yang masuk, baik dari dalam maupun luar negeri, harus ada kolaborasi dengan pengusaha lokal dan UMKM.

Baca juga : Biarin Saja, Sejak Dulu Kan Begitu

“Kalau ada investasi di Sulawesi, dia harus kolaborasi dengan pengusaha Sulawesi yang ada di Sulawesi. Bukan pengusaha Sulawesi yang ada di Jakarta,” jelas Bahlil lagi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense