Sebelumnya
Tak cuma itu yang disorot WHO. Organisasi kesehatan di bawah PBB itu menyoroti rencana pemerintah yang mengizinkan kembali penyelenggaraan acara berskala besar, seperti konser musik, resepsi pernikahan, dan festival olahraga. Mengenai rencana itu, WHO memberikan warning. Menurut mereka, penyelenggaraan acara-acara besar harus tetap memperhatikan tingkat penularan kasus di suatu daerah.
“Upaya pengendalian wabah harus tetap dilakukan sebelum, selama, dan setelah acara diselenggarakan untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tulis WHO.
Baca juga : Jumatan Sudah Rapatkan Barisan
Pemerintah, memang sudah memberikan izin untuk menggelar acara besar akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan tersebut dihadirkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata.
Upaya pemulihan sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi mesin penggerak kegiatan ekonomi dan memberikan dampak turunan positif kepada sektor lain. Adapun contoh kegiatan berskala besar yang sedang dijalankan saat ini adalah kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dilaksanakan tahun 2021.
Baca juga : Persija Vs Persiraja, Riko Is Back!
Meski sudah diizinkan digelar, beberapa daerah masih melarang kegiatan konser musik. Misalnya DKI Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarata, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya belum mengizinkan konser musik digelar. Dia meminta warga di Ibu Kota agar lebih bersabar. “Pelonggaran itu ada tahapannya tidak semua langsung di buka, harus diiringi dengan kemajuan vaksin,” katanya.
Baca juga : Maybank Indonesia Sabet Predikat Tempat Kerja Terbaik Di Asia
Bagaimana tanggapan Epidemiolog? Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan, acara berskala besar memang daoat dilakukan di saerah yang sudah terkendali. Namun tetap harus diikuti dengan persyaratan yang ketat. “Kalau levelnya sudah sesuai, boleh diizinkan, tapi dengan persyaratan,” papar Pandu.
Ia mencontohkan, pagelaran konser Jazz Bromo. Acara digelar di daerah yang status PPKM Level 2. Acara juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu ada tes antigen pada semua pemain dan pengunjung, dan sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Jadi mereka yang menghadiri konser itu orang yang sudah divaksinasi,” ujarnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.