BREAKING NEWS
 

WFH dan Ancaman The Lost Productive Generation

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 21 Oktober 2021 13:45 WIB
Dr. Tantan Hermansah, pengampu MK Sosiologi Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan Anggota Komisi Infokom MUI Pusat

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi yang telah berlangsung hampir dua tahun ini, pada beberapa hal telah menghasilkan budaya baru (sering disebut new normal) di masyarakat.

Budaya seperti menggunakan masker jika keluar rumah, sering mencuci tangan, menjaga jarak ketika bertemu orang lain dan kebiasaan baru lainnya, mulai banyak dilakukan oleh masyarakat. Pandemi memang telah menuntut semua pihak untuk berperan aktif, agar kita semua bisa segera melewati peristiwa ini dengan kemenangan.

Baca juga : Hadapi Gelombang Pandemi, Disiplin Prokes Harga Mati

Dalam proses adaptasi selama wabah terjadi, salah satu regulasi yang cukup kencang ditekankan adalah membatasi kerumunan, terutama pada area-area yang menjadi kegiatan vital masyarakat, seperti tempat belanja dan berjualan serta tempat kerja seperti perkantoran.

Pada ruang-ruang ini kemudian pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan kehadiran dalam ruangan, mulai dari 25 persen sampai 50 persen. Dampaknya jelas bahwa sebagian dari para pekerja itu kemudian melaksanakan pekerjaannya tidak lagi dari kantor, melainkan dari rumah.

Baca juga : Pembenah Tanah Organik Tingkatkan Produktivitas Sayuran

Dengan kebijakan ini, tentu semua pihak perlu melakukan adaptasi dan juga mengembangkan ragam metode baru dalam meresponsnya. Di aras sektor pendidikan misalnya, saat ini berbagai pihak maupun para pakar pendidikan merancang dan merumuskan metode-metode yang lebih tepat untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekaligus untuk menghadapi potensi lost learning generation.

Di perkantoran, muncul ragam aplikasi untuk mempermudah ragam pelayanan maupun penunjang kegiatan lainnya, sehingga meski bekerja dari rumah, efektifitasnya tetap bisa diharapkan sama dengan model konvensional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense