BREAKING NEWS
 

Jenderal Sigit Tantang Peserta Festival Mural Bhayangkara

Silakan Gambar Yang Pedas, Nanti Jadi Sahabat Kapolri...

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 30 Oktober 2021 15:09 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10). (Foto: Divhumas Polri)

 Sebelumnya 
Bahkan, ditegaskannya, sub tema dalam festival mural yang diadakan ini dikhususkan untuk memberikan ruang kritik bagi institusi Polri. Hal itu digunakan korps baju cokelat untuk melihat feedback dari persepsi masyarakat tentang Polri.

Masukan yang positif menjadi motivasi, sementara yang negatif menjadi bahan refleksi dan introspeksi untuk mengubah menjadi lebih baik.

Sigit bahkan "menantang" para peserta agar tak segan menuangkan karyanya untuk melakukan kritik bagi Polri. Ditegaskan mantan Kapolda Banten ini, hal itu untuk menepis isu bahwa Polri melakukan pemetaan terhadap muralis yang bernada kritik.

Adsense

Baca juga : WHO: Situasi Bisa Makin Runyam, Varian Baru Yang Lebih Dahsyat Jadi Ancaman

"Jadi di kesempatan ini kita sampaikan kepada rekan-rekan muralis, nanti yang gambarnya bagus, tentunya akan ada dewan juri, khususnya tentang kritik Polri. Kalau itu gambarnya paling pedas itu akan juga akan kami terima, dan saya jamin, yang berani menggambar itu akan jadi sahabatnya Kapolri, jadi temannya Kapolri," tegas Sigit.

Mural kritik, sambungnya, merupakan bentuk aspirasi dari masyarakat yang memberikan gambaran tentang institusi Polri saat ini.

Sehingga, nantinya akan dilakukan evaluasi dan pembenahan internal, guna menjadi lebih baik dan sesuai harapan masyarakat.

Baca juga : Peduli Warga di Sekitar Kantor, Pertamina Bagikan Paket Sembako di Makassar

"Sehingga kami tiap hari bisa membenahi institusi, sehingga kita bisa siapkan institusi ini, personel-personel kami jadi lebih baik. Jadi Polri yang dipercayai publik, Polri yang dicintai masyarakat," tuturnua.

Kapolri mengungkapkan, festival mural ini muncul usai peristiwa '404 Presiden Jokowi Not Found'. Kemudian hal itu menjadi polemik karena ada oknum yang menghapus mural. Tapi ada juga yang membiarkan.

Karena itu, diadakan festival mural yang mengizinkan peserta diizinkan berekspresi sebebas mungkin, termsuk memberikan kritik pedas.

Baca juga : Peduli Warga di Sekitar Kantor, Pertamina Bagikan 400 Paket Sembako di Makassar

Kapolri menegaskan, ini adalah wujud dari pemerintah dan Polri yang tidak anti-kritik yang membangun dari masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense