Sebelumnya
Namun sebelumnya, Wakil Ketua MKD DPR, Habiburokhman sudah memberikan pernyataan terkait kasus ini. Ia tidak mau berasumsi lebih jauh, dan mempersilakan polisi mengusut jika kasus itu sudah resmi dilaporkan.
“Kami nggak mau berasumsi dan berandai-andai. Kita harus menghormati asas equality before the law. Siapapun warga negara yang melakukan pelanggaran hukum ya harus diusut,” pesan politikus Gerindra itu.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyayangkan kejadian ini jika benar adanya. Menurutnya, kasus ini merupakan sisi lain dari parlemen yang selama ini tidak miliki standar tinggi moral. Sehingga kasus semacam ini besar kemungkinan tidak akan membuat DPR menindak tegas, atau membuat kode etik yang lebih ketat terkait perilaku dan moral anggota parlemen.
Baca juga : Enam Anggota DPRD DKI Dipelototin KPK
Sekalipun laporan kuasa hukum korban benar, Dedi memprediksi, tidak akan banyak mempengaruhi reputasi DPR. Mengingat kejadian seperti ini bukanlah yang pertama. Adapun kasus serupa pernah dialami Yahya Zaini.
“Bahkan, kasus yang lebih buruk dampaknya yakni korupsi, pun tidak sedikit terjadi di parlemen. Meskipun dari sisi reputasi perlu waktu lama membuat DPR dipercaya publik, setidaknya kasus semacam ini harus ditindak tegas, MKD harus merekomendasikan pemberhentian,” pesannya.
Di dunia maya, kasus ini menuai perhatian dan kecaman dari warganet. Banyak yang penasaran dengan sosok pelaku, tapi banyak juga yang geram dengan aksi bejat tersebut.
Baca juga : 20 Provinsi Laporkan Nol Kasus Kematian Harian, DKI Jakarta Absen Dulu
“Iya cuma satu nama. Kayaknya orang daerah timur,” cetus @Fitri_Greens. “Kepo nih,” sahut @afi_kusumo. “Yang mana fotonya? Pajangin! Pakai sempak merah. Kasih tali lehernya,” sambar @alfino_0507.
Akun @UmarHasibuan75 bertanya-tanya. “Siapa ya anggota DPR RI berinisial MM yang cabulin anak ini? Cc @alvinlie21 @eddy_soeparno” cuitnya.
Akun @KaredokLeunca_ membocorkan lokasi pencabulan tersebut. “Kejadian 3 tahun lalu dengan TKP di salah satu tempat di Kota Bogor. Selama 3 tahun tersebut, korban mengalami tekanan dan pengancaman,” ungkapnya.
Baca juga : Bos Bank Panin Ingkar Janji Berikan “Fee” Rp 25 Miliar
Sementara itu, di tengah penasarannya, banyak warganet yang mengecam dan mendesak pelaku dihukum berat. “Kalau sudah anggota dewan berbuat begini, apalagi ke anak di bawah umur, sudah harus dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu kebiri depan belakang,” ujar @Wiwied002. “Semoga dihukum seberat-beratnya,” pinta @Partono_ADjem. “Selagi hukuman terberatnya cuma penjara, dan bukan hukuman mati, kayanya nggak ada efek jeranya,” kata @LonjongDikit. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.