Sebelumnya
Warganet ikutan nimbrung. Lawan politik Anies langsung ramai mengomentari. Politikus PSI, Guntur Romli mengatakan, sejak awal, partainya menolak Formula E karena bermasalah.
“Tidak ada perencanaan, tiba-tiba muncul dengan anggaran yang luar biasa, kemudian dugaan keterlibatan orang-orang dekat @aniesbaswedan sebagai balas jasa,” kicau @GunRomli. Akun @yusuf_dumdum_ ikut menggoreng. “Ah yang serius dong KPK! Saatnya buktikan taring kalian,” serunya.
Akun @sastradiputra yakin kasus Formula E akan berakhir di penyidikan. Karena, kata dia, komitmen fee yang sudah dibayarkan dari APBD murni. Bukan dari sponsor. “Kalau dari awal pakai sponsor, akan aman. Contoh GP Mandalika, yang bayar komitmen fee dan sponsor. Menurut saya, Formula E terlalu terburu-buru, sehingga ada celah kesalahan,” ungkapnya.
Baca juga : Selidiki Formula E DKI Jakarta, KPK Mintai Keterangan Sejumlah Pihak
Sementara pendukung Anies yakin kasus Formula E tak akan sampai ke penyidikan. Akun @rustamaji menilai, apa yang dilakukan KPK hanya usaha untuk membendung langkah Anies menuju pilpres 2024. “KPK sudah mulai memainkan perannya sebagai oposisi Anies. Lanjutkan!” ujarnya. Senada disampaikan @satriolola. “Maklum om, elektabilitas naik terus, pokoknya dengan segala cara gimana untuk membendung Pak Anies Baswedan. KPK sudah berpolitik, bubarkan saja,” ucapnya.
Apa tanggapan Balai Kota? Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza menyatakan menghormati semua proses yang ada di KPK. “Kita tunggu hasilnya,” kata Riza, di Balai Kota Jakarta, kemarin.
Informasi awal yang diterima Riza, KPK telah memintai keterangan kepada sejumlah pihak, salah satunya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI, Achmad Firdaus. Kendati demikian, Riza enggan membeberkan lebih rinci dan memilih menunggu hasil pemeriksaan dari KPK.
Baca juga : PSI: Banjir Berulang, Gubernur Anies Harus Tepati Janji
Riza kembali mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang bergulir di KPK. Namun, di sisi lain, politikus Gerindra itu meyakini seluruh program yang dijalankan Pemprov telah melalui perencanaan matang hingga disetujui oleh DPRD DKI.
Riza juga punya harapan, pemeriksaan di KPK ini tak mengganggu event balap mobil listrik yang digelar tahun depan.
“Tentu harapan kita semua tidak akan ada masalah dan mudah-mudahan tidak mengganggu proses event Formula E di tahun 2022,” harap Riza. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.