RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun tingkat kerentanan terpapar Covid-19 rendah, anak-anak tetap perlu divaksinasi. Vaksinasi untuk mencegah anak jadi sumber penularan virus asal Wuhan, China itu.
Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Zakiudin Munasir menjelaskan manfaat vaksinasi Covid-19 untuk anak dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Rakyat Merdeka, kemarin.
Diskusi secara virtual yang dipandu langsung oleh Direktur Rakyat Merdeka, Kiki Iswara itu, bertajuk Vaksinasi Covid Anak 6-11 tahun, Harapan Baru Penanganan Pandemi.
Baca juga : DPRD Ingatkan Pemkot Bandung Realistis Usulkan Target Pendapatan Daerah
Mula-mula, Prof Zaki mengatakan, sebenarnya resiko atau kerentanan anak terpapar Covid-19 cukup rendah. Sehingga jarang anak-anak yang terinfeksi. Jika pun ada, gejalanya tidak berat.
Ada banyak faktor penyebabnya. Pertama, karena reseptor pada anak yakni ACE2 atau Angiotensin Converting Enzyme 2, tidak sebanyak orang dewasa. Reseptor ACE2 ini, kata Prof Zaki adalah pintu masuk Covid-19.
“Kalau pintu masuknya itu sedikit, maka Covid tadi tidak mudah masuk,” jelas Prof Zaki.
Baca juga : DKI Jakarta Level 1, Mall Dan Pasar Rakyat Dibuka Dengan Kapasitas Maksimal 100 Persen
Kedua, sebutnya, anak-anak jarang punya komorbid dibandingkan orang dewasa. Ketiga, disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh anak.
Anak-anak punya dua sistem kekebalan tubuh. Pertama, imunitas bawaan sejak lahir. Kedua, imunitas spesifik, yang khusus diperuntukkan pada mikro organisme tertentu.
“Nah, pada anak ini, sistem kekebalan bawaannya lebih kuat dari pada orang dewasa,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.