BREAKING NEWS
 

Zaman Sudah Digital, Masih Pakai SMS

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Selasa, 22 Oktober 2019 07:06 WIB
Catatan :
MUHAMAD FIKY

RM.id  Rakyat Merdeka - DI zaman digital, tidak semua masyarakat suka menggunakan aplikasi pesan WhatsApp Messenger (WA) gratis. Termasuk di tingkat pejabat negara.

Faktanya, dari 34 Menteri Jokowi, ada satu menteri yang tidak punya WA. Siapa? Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, salah satunya. Kenapa? Apakah ponselnya jadul atau tidak paham mengakses WA.

Selama lima tahun bertugas di kabi net kerja, Basuki hanya pakai layanan short message service (SMS) bayar untuk berkoordinasi.

Hal ini di benarkan rekannya di kabinet kerja, Menteri Keuangan Sri Mulyani jelang pelantikan Presiden, 20 Oktober di Kantor Kemenko Perekonomian, minggu lalu.

Baca juga : Terangi Papua, PLN Pakai EBT

“Ya, Basuki satu-satunya menteri yang tidak pakai WA. Jadi masih SMS, kalau yang lain WA,” ujar Srimul. Mendengar itu, saya tidak yakin, dan berpikir mungkin terbatas yang punya WA-nya.

Ternyata tidak. Menkeu sebagai koordinator di bidang keuangan juga tidak punya WA-nya. Lucu ya, di zaman yang sudah digital ini masih pakai SMS bayar. He he he…

Selama liputan di Kementerian PUPR, saya juga tidak punya WA-nya. Ada nomor GSM yang biasa dipakai nya setiap kali blusukan. Itu pun tidak ada WA. Hanya bisa SMS dan telepon.

Adsense

Berbeda dengan menteri sebelumnya, mereka punya WA. Koordinasi selalu dilakukan lewat WA. Sedangkan Pak Basuki, hanya pakai SMS untuk berkoordinasi.

Baca juga : Hadapi Era Digital, Kadin Kumpulkan Pelaku Startup

Penasaran, saya pun mencoba mencari tahu ke sana ke mari. Mulai dari kawan-kawan wartawan, pegawai PUPR, ajudannya, hingga bertanya dengan menteri lain untuk mencari WA-nya. Ternyata, tidak ada juga.

Selama ini, mereka juga berkoordinasi pakai SMS atau telepon. Termasuk saya kalau wawancara atau konfirmasi berita. Dan SMS atau telepon selalu diresponsnya, meski agak lama. Maklum pejabat negara. Padat dan sibuk.

Terakhir, saya komunikasi lewat SMS singkat saat Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI DKI Jakarta. Isi SMS-nya, ‘Izin Pak, saya minta tolong kalau ditelepon diangkat ya, buat syarat ujian UKW’. SMS itu, lagi diresponsnya. “Oke, Mas. Jam?” jawab Basuki.

Waktu itu, materi ujian soal ‘Jejaring Sosial’. Setelah Magrib, ujian di mulai. Saya dites untuk wawancara salah satu pejabat negara sebagai nara sumber berita. Alhamdulillah, saat di telepon, responsnya cepat.

Baca juga : Penyusunan Kabinet Sudah Rampung, Jokowi Gak Pakai KPK

Alhasil, ujian jejaring sosial pun berjalan lancar. Meski pakai layanan sms, Basuki selalu meresponsnya. Ia welcome kepada siapapun, dan terbuka memberikan informasi berkaitan dengan kinerjanya.

Sri Mulyani sebelumnya bilang, selama ini koordinasi dengan para menteri ekonomi lainnya cukup mudah. Hanya saja, saat berkomunikasi dengan Basuki harus melalui SMS.

Meski pakai SMS, Basuki tetap semangat bekerja tanpa batas. Ia hanya tertawa mendengar ledekan sejawatnya soal WA. Kinerjanya tidak terganggu walaupun pakai SMS.

Basuki mengaku, kalau handphone yang digunakannya model lama. “Orang HP-ku jadul ko, jadi tidak ada WA,” tawa Basuki tanpa menyebutkan merek ponsel yang dipakainya. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense