BREAKING NEWS
 

Saran Ke Pemerintah Soal Sapi Penyakitan

Borong, Lalu Musnahkan

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 13 Mei 2022 06:30 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melihat sapi yang terkena penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik baru-baru ini. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sapi yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah terus bertambah. Sementara, kebutuhan sapi untuk pangan dan Lebaran Idul Adha juga semakin mendesak. Agar kasus ini tak berlarut-larut dan makin meluas, ada saran nih buat pemerintah. Caranya, borong sapi penyakitan dari peternak, lalu musnahkan. Setuju?

Saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan enam wilayah zona merah yang paling banyak ditemukan kasus sapi terserang PMK. Wilayah tersebut tersebar di Aceh dan Jawa Timur (Jatim). Di Aceh, PMK dideteksi di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara di Jatim, dideteksi di wilayah Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Di luar wilayah itu juga, sejumlah daerah mulai melaporkan ditemukannya sapi yang diduga terjangkit PMK. Mulai dari Semarang, Kudus, Klaten hingga Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Banyak sapi di daerah tersebut yang mati, akibat terjangkit PMK.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi meminta pemerintah, khususnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, tidak lamban menyelesaikan kasus ini. Kata dia, Mentan harus bergerak cepat melakukan pencegahan, agar wabah tidak makin meluas dan mengganggu populasi sapi yang lain. 

Baca juga : Sinergi Erat Pemerintah-BI Ciptakan Stabilitas Perekonomian

"Saat ini, ternak sapi yang terkena PMK belum banyak. Yaitu, di Aceh dan Jawa Timur. Langkah cepat mengatasi masalah ini, pemerintah beli saja-sapi itu dari peternak dan musnahkan," usul Dedi, kemarin.

Alasan Dedi cukup masuk akal. Mengingat jumlah sapi yang terkena PMK sudah banyak, sementara vaksinnya belum tersedia. Ditambah, tingkat kepatuhan dari peternak untuk tidak menjual sapi ke luar daerah, diragukan.

"Siapa bisa menjamin dan mengawasi sapi dari Jatim yang kena PMK tak dijual ke Jabar atau lainnya. Padahal, penyakit PMK ini sangat cepat penyebarannya," katanya.

Selain alasan di atas, pemusnahan sapi penyakitan dirasa mampu menenangkan keresahan publik. Terlebih, saat ini sudah mendekati Idul Qurban. Masyarakat takutnya jadi ragu mengkonsumsi daging sapi karena dikhawatirkan telah terkontaminasi PMK.

Baca juga : Menko Airlangga Minta Jatim Percepat Penyelesaian Proyek

Politisi Golkar ini menilai, memborong sapi penyakitan dari peternak lalu memusnahkan, bisa jadi cara cepat memutus rantai penyebaran wabah. "Usulan Pak Jokowi agar sapi di daerah yang kena PMK di-lockdown menjadi satu alternatif, tapi saya tak yakin, sapi-sapi itu tidak dijual ke daerah lain secara diam-diam. Karena pengawasan kita lemah," akunya.

Ia yakin, dengan dimusnahkannya sapi penyakitan tersebut bisa meredam keresahan publik. Selain itu, pencegahan impor ternak dari negara yang masih ada PMK harus ketat dan sementara tidak dilakukan.

“Yang penting, masyarakat tenang untuk menyambut hari raya Idul Adha,” imbuh eks Bupati Purwakarta ini. 

Desakan agar pemerintah bekerja cepat mengatakasi masalah ini juga disuarakan anggota Komisi IV DPR, Johan Rosihan. Politisi PKS ini meminta pemerintah memperluas isolasi bagi daerah yang berisiko tinggi terjangkit wabah PMK ini. Khususnya, daerah yang berbatasan dengan negara yang belum bebas PMK, serta daerah pelabuhan di berbagai wilayah yang menerima pasokan ternak.

Adsense

Baca juga : Mentan Kesenggol Sapi Penyakitan

 Menurutnya, bila kasus ini tidak diselesaikan secara cepat, maka akan menjadi ancaman. Cepatnya penularan wabah ini, akan membuat populasi ternak Indonesia berpotensi turun drastis.

“Kami mengingatkan bahwa wabah PMK ini bisa terjadi lebih cepat dari yang kita duga, situasi ini akan memukul usaha peternakan rakyat sehingga upaya pengamanan maksimal terhadap usaha peternakan rakyat harus segera diprioritaskan," pungkas Johan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense