RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendorong Pemerintah segera memiliki indeks harga komoditas nasional yang dapat menjadi acuan harga, baik nasional maupun global. Indonesia sebagai negara produsen komoditi terbesar di dunia tidak boleh dikendalikan para trader.
“Sebagai negara produsen komoditas, Indonesia memang memiliki mimpi untuk memiliki indeks harga komoditas tersendiri,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima saat memimpin rapat Panja Komoditas di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin.
Aria menuturkan, banyak komoditas strategis dalam negeri justru dikendalikan oleh negara lain. Seperti harga nikel, timah dan bauksit yang selama ini mengikuti indeks harga yang ditetapkan dari London dan New York.
Baca juga : Program Kartu Prakerja Selamatkan Masyarakat Dari Gelombang PHK Saat Pandemi Covid
Begitu pula dengan harga kakao dan kopi juga mengikuti harga indeks dari kota di Amerika Serikat dan Inggris ini.
Adapun komoditi karet mengikuti harga dari yang ditetapkan Singapura. Sedangkan kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan tembakau ditentukan oleh Rotterdam (Belanda) dan Malaysia.
Walhasil, Indonesia sebagai produsen terbesar dari komoditi-komoditi tersebut menjadi tidak berdaya dalam mengendalikan harga dan stoknya.
“Harga komoditas tersebut sangat terpengaruh dan terkontrol oleh para trader yang sebenarnya tidak memiliki fisikal volume komoditas. Hanya memegang paper dan derivatif,” jelas Politisi senior PDI Perjuangan ini.
Aria bilang, seandainya Indonesia memiliki indeks harga komoditi strategis nasional, tentu posisi Indonesia sebagai produsen akan menjadi kuat dan convidence sebagai penentu market dunia. Sebab, Indonesia mampu mengontrol volume dan harga komoditas-komoditas tersebut.
Karena itu, Panja Komoditi ini punya hasrat besar terciptanya sistem perdagangan nasional yang efisien dan efektif, mampu memanfaatkan peluang pasar dalam dan luar negeri. Yang lebih utama, mampu membentuk harga yang wajar dan memperkokoh perekonomian nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.