BREAKING NEWS
 

Negara Produsen Dikalahkan Trader Global

Ayo, Bikin Indeks Komoditi Lokal

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Selasa, 21 Juni 2022 07:50 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima. (Foto: Dok. DPR RI)

 Sebelumnya 
Tujuan ini akan tecapai jika mekanisme perdagangan berjalan baik dan risiko yang melekat dalam kegiatan usaha dapat dikendalikan.

“Salah satu risiko yang terdapat dalam setiap usaha khususnya perdagangan komoditi, yakni terjadinya fluktuasi harga dan kelangkaan produk,” jelasnya.

Sebagai negara penghasil komoditas penting dunia, lanjutnya, Indonesia hendaknya memiliki indeks harga komoditas yang dapat menjadi acuan harga dunia.

Baca juga : Program Kartu Prakerja Selamatkan Masyarakat Dari Gelombang PHK Saat Pandemi Covid

Sehingga petani dan produsen komoditas tersebut dapat merasakan peningkaan kesejahteraan. Ini dapat tercapai jika Pemerintah memanfaatkan instrumen-instrumen sistem resi gudang, lembaga keuangan mikro, sistem logistik nasional dan lainnya.

Menurutnya, instrumen tersebut perlu dioptimalkan untuk menunjang data-data ketersediaan komoditas. Sehingga petani, kelompok tani, koperasi, hingga pelaku usaha kecil dan menengah dapat meningkatkan produktivitas. Tidak terpengaruh harga komoditas yang ditetapkan trader.

Anggota Komisi VI DPR Daeng Muhammad menambahkan, Panja Komoditi menginginkan agar Indonesia punya kedaulatan terhadap seluruh komoditas yang dihasilkan. Semangat Panja, bagaimana sistem perdagangan kita ikut menentukan harga dunia sekaligus memproteksi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga : Dukung Penggunaan Produk Dalam Negeri, ARFI Genjot Produksi Baja Untuk Industri Rumah Tangga

“Contoh CPO. Kita ini produsen terbesar dunia, tapi saat harga market dunia tinggi kita malah kelabakan,” kata politisi Fraksi PAN ini.

Dia menyarankan, dibangun sistem resi gudang yang terkontrol. Sehingga secara ekonomi ada benefit yang bisa didapatkan dari komoditi itu.

“Nah, bagaimana caranya ada sistem dengan ciri khas Indonesia, yakni Pancasila dan UUD 1945 itu mampu kita lakukan dengan sistem kita,” ucapnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense