Sebelumnya
Dia menegaskan, varian baru ini masih bisa menembus tubuh yang sudah divaksin booster sekalipun. Efek positif booster memang menghindarkan rasa sakit serius sampai kematian. Tapi tetap saja berisiko tinggi bagi yang belum divaksin.
Kedua, program vaksinasi saat ini belum sesuai harapan. Masyarakat yang menerima vaksin saat ini masih di bawah 70 persen, sedangkan yang telah menerima booster masih di bawah 25 persen, jauh dari standar nasional.
“Karena vaksinasi belum sesuai harapan, saya mewanti-wanti Pemerintah Pusat, daerah dan seluruh elemen, segera bergerak cepat. Perkuat imunitas masyarakat dengan memvalitasi vaksinasi booster, termasuk vaksin lengkap,” tegasnya.
Baca juga : Hati-hati, Omicron Versi Centaurus Sudah Tiba Di Singapura
Vaksinasi, lanjutnya, terbukti membuat benteng pertahanan tubuh semakin kuat. Atas dasar itu pula, dia mendukung langkah Pemerintah menggunakan vaksin boster, sebagai syarat perjalanan moda tranportasi dan masuk ke pusat perbelanjaan.
Yang tidak kalah pentingnya, masyarakat harus tetap mengencangkan ikat pinggang, mematuhi prokes dalam hal ini tetap wajib mengenakan masker, vaksinasi, cuci tangan, dan menghindari kerumuman.
“Protokol kesehatan harus kita kedepankan, karena pandemi masih dinamis dan setiap hari masih ada warga yang harus masuk ruang ICU. Ini yang harus jadi perhatian kita bersama,” katanya.
Baca juga : Subvarian Baru Omicron BA.5.2.1 Terdeteksi Di Shanghai, China
Catatan ketiga, lanjutnya, Pemerintah harus terus meningkatkan surveillance testing tracing. Pemantauan terhadap masyarakat ini menjadi salah satu kunci untuk melawan Covid 19.
Terakhir, level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) harus diperketat, seandainya ada tanda-tanda kenaikan kasus.
“Satu hal lagi, selain memantau masyarakat, Pemerintah juga harus menjaga benteng pertahanan, seperti pos-pos imigrasi kita di luar negeri agar tetap diperketat,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.