Sebelumnya
Fahmi menyebut setidaknya ada empat persoalan mendasar mengenai guru. Pertama masalah ketercukupan. Jumlah kebutuhan guru akan menjadi masalah mendasar apabila mengalami kekurangan. “Maka problematika rekrutmen itu menjadi hal yang harus terus-menerus dikawal untuk memastikan jumlah guru yang ada di Indonesia itu mencukupi,” imbuh Fahmi.
Kedua, masalah ketersebaran. Dia mendorong agar jumlah guru proporsional di semua daerah dan tidak hanya menumpuk di Pulau Jawa. Ketiga, masalah kompetensi. Program-program pemerintah yang terkait dengan upaya meningkatkan kompotensi itu juga menjadi pengawalan dari Komisi X.
Baca juga : KPK Kesal Ke Enembe
Terakhir masalah kesejahteraan. Ketika semua pihak meletakkan peradaban Indonesia di pundak guru, namun kesejahteraan mereka sangat memprihatinkan. Tunjangan-tunjangan ataupun kesejahteraan yang didapat juga sangat minim.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, pendidikan bukan hanya yang dikelola oleh negeri, tapi juga swasta. “Pendidikan swasta itu harus mendapatkan support yang sewajarnya, yang seadiladil nya, termasuk tentu saja guru swasta, infrastruktur atau fasilitas swasta dan sebagainya,” harap dia.
Baca juga : Perkenalan Ketum Baru PPP, Mardiono Cs Sowan Ke KPU
Sebelumnya, belasan guru Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Bandar Lampung mengadu ke Hotman Paris Hutapea terkait gaji mereka yang belum dibayarkan. Para guru ini mengaku gaji mereka belum dibayar sejak november 2021 lalu.
Mereka mendatangi Kopi Johny di Kelapa Gading, Jakarta Utara dan membentangkan karton beragam tulisan. “Walikota Bandar Lampung (Balam) mengkhianati Peraturan BKN nomor 18 tahun 2020. guru PPPK Balam jadi korban!”.
Baca juga : Jelajahi 9 Kota, Bus Antikorupsi KPK Kampanyekan 9 Nilai-nilai Antikorupsi
Video para guru ini kemudian viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram Hotman Paris, @hotmanparisofficial. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.