Dewan Pers

Dark/Light Mode

Literasi Digital Jadi Salah Satu Syarat Bangun Teknologi

Jumat, 5 Agustus 2022 18:26 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Teknologi informasi berkembang sangat cepat di masyarakat. Sayangnya, hal itu belum bisa diimbangi oleh perkembangan sumber daya manusia (SDM).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kadiskominfo Jatim), Hudiyono menganggap, kegiatan literasi digital hadir untuk mengatasi masalah tersebut.

"Memang saat ini sedang dibutuhkan literasi digital, kecepatan teknologi informasi masih belum balance dengan kemampuan SDM-nya, membangun teknologi merupakan hal yang lebih mudah dari membangun manusianya. Harus ada percepatan pembangunan SDM untuk mengimbangi perkembangan teknologinya," kata Hudiyono.

Berita Terkait : Kemenkop UKM: Akselerasi Adaptasi Digital UMKM Jadi Narasi Besar Di Ajang G20

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pekan literasi igital yang diikuti ratusan peserta di Hotel Horison Trunojoyo, Kota Batu, Jawa Timur, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (5/8).

Kegiatan tersebut diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Diskominfo Jatim dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan Pekan Literasi Digital di Kota Batu.

Hudiyono menyebutkan, pekan literasi digital diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan komunitas di Kota Batu agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tepat guna dan bertanggung jawab.

Berita Terkait : Mendag Dukung Kesejahteraan Petani Sawit Dengan Inovasi Teknologi

Dalam laporan yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Juni 2022, terungkap fakta kelompok umur 13-18 tahun memiliki tingkat penetrasi internet tertinggi dengan persentase 99,16 persen. Selanjutnya, diikuti kelompok usia 19-34 tahun yang memiliki penetrasi internet sebesar 98,64 persen.

Merespon hal tersebut, Kemenkominfo yang bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menginisiasi program pekan literasi digital untuk kelompok masyarakat milenial dan komunitas.

 

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Kelompok Masyarakat Kemenkominfo, Rizki Ameliah menyampaikan, gambaran umum program GLDN dimulai sejak lima tahun lalu.

Berita Terkait : Literasi Digital Harus Bisa Dorong Pancasila Jadi Living Ideology

"Kalau bicara soal program literasi digital, literasi digital itu sudah digaungkan sejak 2017 oleh Kementerian Kominfo bersama dengan GNLD Siberkreasi, tetapi karena ada pandemi ini, program literasi digital masuk sebagai dari bagian upaya visi misi Presiden Jokowi terkait perkembangan SDM digital," ujarnya.

Dewan Pengarah Siberkreasi dan ICT Watch, Donny BU memaparkan modul literasi digital mengenai praktik fundamental privasi dan keamanan digital personal.

"Security update harus rutin dilakukan karena perangkat lunak apapun membutuhkan perawatan dan perbaikan untuk memperbaiki bugs dan patch holes. Dengan demikian, smartphone kita dapat tetap aman," ucap Donny. ■