BREAKING NEWS
 

AIPA Akan Sidang Ke-44 Di Jakarta, Bertujuan Jaga Stabilitas Kawasan ASEAN

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 21 Juli 2023 20:58 WIB
Ketua Desk Kerja Sama Regional BKSAP DPR Putu Supadma Rudana (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - ASEAN Inter-Parliamentary Union (AIPA) akan menggelar Sidang Umum ke-44 di Jakarta pada Agustus 2023. Ketua Desk Kerja Sama Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana mengatakan, sidang ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perdamaian di kawasan ASEAN.

"Pada Agustus nanti Indonesia akan menjadi tuan rumah AIPA ke-44. Tujuan utama AIPA ini secara politik mendorong stabilitas kawasan, bagaimana AIPA menjaga kawasan ASEAN, yang betul-betul stabil dan terjaga perdamaian-kedamaiannya,” kata Putu, saat diskusi Parlemen, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/7).

Awalnya, kata Putu, anggota AIPA hanya 5 negara yang diprakarsai Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina dan Malaysia. Namun, saat ini, AIPA sudah memiliki 10 anggota.

“Saat AIPA nanti, Timor Leste hanya menjadi observer. Dan Myanmar tidak diundang dalam sidang ini,” jelas Legislator asal Bali ini.

Baca juga : Prakiraan Cuaca Besok Di Jakarta, BMKG: Cerah Merata

Putu lalu menjelaskan tiga kunci untuk meraih tujuan sidang AIPA itu. Kunci pertama, saat pertemuan awal, Indonesia mengusulkan resolusi tentang penerapan Five-Point Consensus untuk mengatasi konflik di Myanmar. Indonesia menunggu negara-negara lain menerapkan Five-Point Consensus, yang sudah dikomitmenkan negara-negara ASEAN.

“Kebetulan negara lain tidak ada yang memprotes, akhirnya draf resolusi emergency item pada saat itu diakui dan menjadi sebuah resolusi atau keputusan dari pada AIPA,” ujar Pimpinan BKSAP ini.

Kunci kedua, ASEAN merupakan kawasan yang sangat strategis. Kawasan ini banyak dilirik oleh kekuatan-kekuatan besar yang ingin masuk. Jadi, menurut Putu, parlemen ASEAN harus responsif untuk bisa mengawal berbagai tantangan ASEAN secara mandiri di dalam. Sehingga, ASEAN tidak perlu kekuatan besar lainnya datang untuk mengintervensi permasalahan di ASEAN.

Adsense

“Kita harus mampu secara mandiri mengawal segala permasalahan atau tantangan di kawasan ASEAN ini, untuk menjaga stabilitas politik, keamanan dan juga untuk menjaga kesejahteraan kawasan. Saya berharap mereka tidak langsung berafiliasi dengan kekuatan besar di luar ASEAN, tapi ASEAN first, family of ASEAN. Jadi, solidaritas mereka yang pertama dan utama itu ASEAN. Apalagi, Indonesia adalah kakaknya dari negara-negara yang berada di kawasan ASEAN," jelas dia.

Baca juga : Tenang... AUKUS Nggak Ganggu Stabilitas ASEAN

Kunci ketiga, kata Putu, kesejahteraan. Harapannya, konsep green economy bisa segera terlaksana, bagaimana kawasan ASEAN siap menuju transisi hijau. Mengingat, masyarakat ASEAN mendapatkan support secara inklusif dalam peningkatan ekonomi. Maka, kegiatan ekonominya harus sustainable melalui sustainable growth. “Jangan sampai terjadi ada satu negara yang punya growth tinggi dan yang lainnya justru jomplang,” ucapnya.

Anggota Komisi VI DPR ini berharap, pelaksanaan green economy ini, baik di dalam satu negara maupun dalam satu kawasan ASEAN, dikawal secara bersama-sama. “Supaya memang tidak terjadi ketimpangan dan tidak sampai berlarut-larut, maka kita di AIPA juga ASEAN terus mengawal green economy,” kata Putu.

Ia menambahkan, upaya mendorong terciptanya stabilitas kawasan merupakan faktor utama penunjang pertumbuhan ekonomi, di tengah dinamika geopolitik yang tinggi. Menurutnya, resolusi selanjutnya adalah bidang ekonomi yang menyangkut poin-poin yang berhubungan dengan ekonomi digital menjadi hal penting.

"Memang sering kita kawal. Jadi bagaimana agar terjadinya transfer of technology bagaimana teknologi membantu sustainable growth, bagaimana kita berharap anak-anak muda dilibatkan dalam pembangunan ekonomi," jelasnya.

Baca juga : Di The 20th ASPC, Sekjen Kemenhan Ungkap Ancaman Masa Depan Kawasan ASEAN

Putu menambahkan, dalam AIPA ke-44 ini juga akan dibahas tentang transisi energi. Kegiatan AIPA ini diharapkan menunjukkan kekuatan Indonesia dalam ASEAN menjadi big brother dan menjadi leader di kawasan ini.

"Kita sangat lihat inspirasi dari Indonesia itu sangat jelas. Dari keragaman budaya etnik dan suku kita bisa mengawal harmoni, ini tentu menjadi sebuah inspirasi di kawasan ASEAN ataupun di kawasan global," katanya lagi.

Putu berharap, sidang AIPA ke-44 ini berjalan dengan baik. Makanya, ia mendorong agar ada satu konsep yang out of the box yang bisa menunjukkan keketuaan Indonesia. "Bisa menunjukkan Indonesia menjadi inspirasi di kawasan ASEAN dan mendorong kawasan ASEAN agar menjadi inspirasi di kawasan global," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense