BREAKING NEWS
 

PPDB Dan MPLS Menelan Korban

Mana Nih, Terobosan Nadiem

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Jumat, 4 Agustus 2023 07:30 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Foto: dok. DPR RI)

 Sebelumnya 
“Ke depan, Pemerintah harus mewajibkan setiap kepala daerah membentuk Satgas ini dengan kejelasan tugas maupun per­sonelnya,” tegas anggota Fraksi PKB ini.

Adsense

Huda meyakini, keberadaan Satgas PPDB ini mampu menga­wasi langsung proses seleksi, penerimaan, hingga adaptasi dari siswa baru. Nantinya, ang­gota Tim Satgas ini bisa dari Dinas Pendidikan, Dinas Kepen­dudukan, Inspektorat daerah hingga Ombudsman.

“Pihak sekolah tetap bisa melakukan kekhasan mereka, hanya saja tetap dalam penga­wasan dari Tim Satgas PPDB,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menyatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) PPDB.

Baca juga : OJK Dan KLHK Sepakati Kerja Sama Nilai Ekonomi Karbon

Panja ini merespons temuan Ombudsman soal adanya pelang­garan administratif oleh guru dan pejabat-pejabat dalam sistem PPDB.

“Sekarang kan Pemerintah merespons temuan Ombudsman tersebut. Ini kita pantau, kalau perlu sehabis reses bikin Panja (PPDB),” ungkap Dede.

Dede berharap, permasalahan PPDB segera diselesaikan se­hingga negara dapat memenuhi kewajibannya sesuai amanat konstitusi UUD 1945. Tentunya, penyelesaian kisruh PPDB ini di­barengi dengan upaya Pemerintah melakukan pemerataan fasilitas pendidikan dan meningkatkan jumlah sekolah serta kualitas gurunya.

“Itu kalau kita masih memper­tahankan sistem PPDB zonasi,” katanya.

Baca juga : Rossoneri Terancam Pincang

Anggota Fraksi Demokrat ini mendesak Kemendikbudristek mengevaluasi total sistem PPDB. Laporan dari evaluasi ini ha­rus diserahkan kepada Komisi X DPR pada akhir bulan Oktober 2023.

Mengingat persoalan menge­nai PPDB zonasi selalu muncul di setiap tahun ajaran baru sejak sistem tersebut diberlakukan.

“Kami beri waktu sampai Ok­tober. Jika masih belum ketemu solusi, maka ubah sistemnya,” tegas Dede.

Dede menuturkan, persoalan sistem zonasi pada PPDB ini lantaran pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia ini belum terjadi. Ini pula yang menyebabkan sistem zonasi bermasalah, karena tidak dibarengi dengan pembangunan sekolah-sekolah negeri sesuai kebutuhan dan lokasi. Sementara banyak orang tua/wali siswa menghen­daki anaknya masuk ke sekolah favorit. Alhasil, sekolah lain jadi sepi peminat.

Baca juga : MotoGP Belanda, Marquez Nggak Berani Janji Naik Podium

“Seharusnya ini dipetakan. Ter­masuk juga kebutuhan guru, yang kalau kita tarik ke belakang lagi masih menjadi PR besar dunia pen­didikan kita,” ungkapnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 4/8/2023 dengan judul PPDB Dan MPLS Menelan Korban, Mana Nih, Terobosan Nadiem

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense