Sebelumnya
Anggota Fraksi PKB ini mengatakan, kampanye LGBT saat ini begitu marak. Mereka menggunakan berbagai media untuk menyuarakan kebebasan bagi pelakunya mulai dari film, musik, hingga wacana dan diskursus pelajaran di sekolah-sekolah.
Meskipun di banyak negara LGBT ini mendapat tantangan, menurut Syaiful Huda, tetap saja gerakan ini tak kunjung surut.
“Dengan dalih hak asasi manusia mereka secara agresif mengkampanyekan kebebasan perilaku menyimpang yang jelas bertentangan dengan keyakinan dan budaya kita,” sesalnya.
Baca juga : Perusahaan Teknologi Aktif Perangi Perdagangan Orang
Dia pun mengingatkan soal rencana pertemuan komunitas LGBT ASEAN dalam ajang ASEAN Queer Advocay Week (AQAW) di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Adanya rencana AQAW di Jakarta menunjukkan jika gerakan mendukung komunitas LGBT di Indonesia tetap berlangsung,” ingat Huda.
Dia bilang, adanya sekolah yang menyediakan toilet gender netral menunjukkan jika ada pengelola yang memandang jika LGBT merupakan suatu kewajaran.
Baca juga : Korupsi Pengadaan Truk Di Basarnas Rugikan Negara Puluhan Miliar
Situasi ini tentu meresahkan, karena secara tidak langsung mengenalkan kepada peserta didik jika wajar saja ketika memilih menjadi bagian dari LGBT.
Menurutnya, evaluasi secara menyeluruh sekolah internasional di Tanah Air ini penting agar tetap sesuai dengan koridor penyelenggaraan Pendidikan, yakni Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Dalam undang-undang tersebut, tujuan pendidikan adalah agar peserta didik mampu mengembangkan potensi, sehingga menjadi individu yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan terampil.
Baca juga : Topan Khanun Menerjang, 452 Penerbangan Korsel Dibatalkan
“Meskipun sekolah internasional, namun mereka tetap harus tunduk dengan Undang-Undang Sisdiknas. Banyak juga warga negara Indonesia menyekolahkan anak-anaknya di sekolah internasional. Jadi, evaluasi secara menyeluruh terhadap pola didik mereka juga cukup penting,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.