Sebelumnya
Terlepas dari konteks bahasan, Bamsoet juga menyatakan MPR akan terus bersafari menemui sejumlah tokoh nasional lainnya. Misalnya, akan menjadwalkan pertemuan dengan Presiden Jokowi, Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri, hingga Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Kunjungan ini nanti akan dilanjutkan dengan kunjungan ke Ibu Megawati, Pak Jokowi, dan terakhir nanti dengan Prabowo Sebagai Presiden terpilih,” jelas Bamsoet.
Kendati demikian, Bamsoet belum merinci kapan agenda-agenda itu akan dilakukan. Agenda terdekat, kata Bamsoet, yaitu bertemu dengan Jokowi. “Tanggal 5 (Juni) dengan Presiden Jokowi lalu dengan Ibu Mega dan kemudian terakhir nanti dengan Prabowo,” jelas dia.
Selain menggelar pertemuan dengan Presiden dan Wakil Presiden yang pernah memimpin Indonesia, pimpinan MPR juga akan menemui partai politik hingga ormas keagamaan. Pertemuan itu dilakukan untuk mencari berbagai masukan untuk MPR periode mendatang.
Baca juga : Potongan Gaji Tapera 3 Pesen Menghebohkan
“Semua kita kunjungi ketum parpol, ormas keagamaan, kita perlu banyak masukan sebagai catatan yang bisa kita rangkum nanti untuk kita sampaikan kepada MPR mendatang maupun pemerintah yang datang,” ungkap dia.
Sebelumnya, pimpinan MPR telah menemui Wakil Presiden Keenam Try Sutrisno, Wakil Presiden Ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, dan Wakil Presiden ke-11 Boediono.
Terpisah, Direktur Eksekutif Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Dimas Oky Nugroho berpandangan pertemuan ini penting digagas MPR. Mengingat, situasi dan perkembangan sosial politik nasional maupun global berubah secara cepat.
“Tema yang diangkat adalah soal amandemen konstitusi, dan ini konsisten dengan diskursus yang selama ini digagas oleh para pimpinan MPR, khususnya Bamsoet yang kerap memberi pernyataan soal amandemen,” sebut Dimas kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Presiden: Ketahanan Energi, Pangan & Air Penting Dijaga
Menurut Dimas, amandemen menjadi isu krusial dalam konteks politik ke depan. Misalnya soal sistem Pemilu langsung baik untuk Pilpres ataupun Pilkada. Untuk itu, dia berharap amandemen UUD 1945 bertujuan untuk membangun pemerintahan yang efektif.
“Juga, memberi kepastian dan keberlanjutan pembangunan sosial ekonomi negara,” pintanya.
Di media sosial, safari politik MPR untuk melakukan amandemen mendapat perhatian dari warganet. “Pimpinan MPR temui SBY di Cikeas, bahas apa? Kembalikan MPR seperti semula ya, Om,” harap @achmadmochtarom. “Lama-lama UUD 1945 juga diamandemen buat kepuasan dan ketamakan mereka,” timpal @uray_24. “Kalau mau melakukan amandemen, nanti setelah wakil-wakil rakyat yang baru,” usul @y_yumnan.
“Dasar negara kok di amandemen terus sih... Menyesuaikan kemajuan jaman untuk kesejahteraan rakyat atau menyesuaikan kebutuhan golongan tertentu? Jadi bingung dgn maksud amandemen Ini...” cuit @geo_andry06. “Langsung aja bikin amandemen pake sistem monarki absolute biar gak ada pemilu,” timpal @anjungan_kapal.
Baca juga : PKB Mulai Kampanyekan Kiai Marzuki Mustamar
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 29 Mei 2024 dengan judul Temui SBY Dan Tokoh-tokoh Nasional, MPR Bunyikan Lagi Amandemen
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.