BREAKING NEWS
 

Putu BKSAP Sebut Indonesia Jadi Market Digital Economy di Forum Tripartite Brunei

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 23 Juni 2024 15:20 WIB
Wakil Ketua BKSAP DPR Putu Supadma Rudana (kanan) bersama Minister at The Prime Ministers Office and Minister of Finance and Economy II Brunei Darussalam H.E. Dato Seri Setia Dr Awang Haji Mohd Amin Liew Abdullah, di acara Tripartite Forum, di Brunei. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana melakukan pertemuan dengan Parlemen dan Pemerintah Brunei Darussalam, di Brunei, 10 Juni 2024. Selain itu, Putu juga didapuk sebagai pembicara dalam forum Tripartite, yang diselenggarakan Pemerintah Brunei terkait membangun ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Forum dengan tema 'Building a Vibrant Digital Economy in ASEAN: Strategies for Cyber Resilience and Shared Prosperity', ini dibuka langsung oleh H.E. Dato Seri Setia Dr. Awang Haji Mohd Amin Liew Abdullah, Minister at The Prime Minister's Office and Minister of Finance and Economy II.

Pada kesempatan itu, Putu Rudana bersanding dengan narasumber lainnya seperti H.E. Paul Thoppil selaku Indo Pacific Trade Representative for Canada; Jerome Saniez selaku General Manager and Country Chair, TotalEnergies Brunei; Arnold Consengco selaku Regional Vice President, Sales for South East Asia and Greater China, OutSystems; Adeleye Falade selaku Managing Director and CEP Brunei LNG; dan Dr. Ryan Manuel selaku Founder and CEO Bilby (one of Hong Kong’s hottest start-ups in 2023).

“Bagaimana membangun digital economy yang berkembang pesat di kawasan ASEAN, dan bagaimana strategi untuk membangun ketahanan siber kita serta memberikan konstribusi kepada kesejahteraan yang komprehensif kepada seluruh masyarakat di kawasan ASEAN,” kata Putu, melalui keterangannya, Minggu (20/6/2024).

Baca juga : Indonesia Berpotensi Jadi Digital Nation Besar Dunia

Anggota Komisi VI DPR ini menyampaikan, Indonesia adalah negara Asia Tenggara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, dan terbesar di kawasan ASEAN. Sehingga, sangat penting dan Indonesia biasanya menjadi market dalam digital economy.

“Begitu diverse-nya dan berbedanya posisi bagaimana akses terhadap digital access di Indonesia, baik perhubungan dengan internet connection, atau literasi tentang digital, atau bagaimana masyarakat mengalami tantangan, ketika mungkin koneksi internet juga mengalami permasalahan. Tapi penggunaan internet, penggunaan sosial media, dan dalam posisi bagaimana digital transformasi ini berjalan di Indonesia secara mau tidak mau, mungkin terpaksa dan memang bisa hadir,” jelas dia.

Adsense

Contoh pertama, kata Putu, di Indonesia kira-kira 10 tahun lalu tidak berpikir bagaimana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau Micro Small Medium Enterprises (MSME) itu bisa melakukan transformasi digital.

“Bila dilihat di berbagai tempat, mereka sudah bisa menggunakan melalui aplikasi platform unicorn, itu baik menggunakan aplikasi Gojek, Tokopedia, aplikasi yang berhubungan dengan aplikasi platform digital lainnya, dan memang mereka sudah menerapkan itu dan transformasi terjadi,” ujar legislator asal Bali ini.

Baca juga : Penuhi Kebutuhan Atlet, Indonesia, Sport Direct Buka Gerai Pertama di Indonesia

Kedua, Putu menyampaikan, saat ini sudah ada mekanisme pembayaran digital yaitu QR atau QRIS yang sudah berjalan di Indonesia. Mungkin, kata dia, banyak negara lainnya belum. Menurut dia, QRIS ini justru menguntungkan usaha mikro kecil menengah.

“Kita ingin memastikan bahwa Indonesia betul-betul berkomitmen di situ, dan transformasi digital adalah keniscayaan, mau tidak mau semua negara harus melakukan. Contoh dari Indonesia ini mengenai yang kita lakukan dari implementasi, regulasi memang sangat sulit mengejar informasi, dan percepatan daripada digital transformasi ini,” ungkapnya.

Maka dari itu, Anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Keberlanjutan ini mendorong agar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengakselerasi atau meng-upgrade semua konektivitas, sehingga masyarakat bisa menggunakan internet secara layak dan baik di berbagai tempat di Indonesia.

“Penggunaan literasi digital yang sifatnya digunakan pada sosial media untuk kepentingan pribadi, lebih bisa digunakan lebih hal-hal yang produktif, mungkin dalam bentuk usaha mikro kecil. Mereka bisa melakukan usaha di dalam menggunakan sosial media atau digital transformation. Kita sampaikan sangat beruntung bahwa UMKM kita berada di depan dalam digital transformation. Kita garisbawahi jika terjadi digital transformation dan sustainability, itu menjadi hal penting bahwa UMKM yang harus dibangun,” ujarnya.

Baca juga : Forum Dekan Ilmu Sosial PTN Se-Indonesia Apresiasi Mahkamah Konstitusi

Putu melanjutkan, UMKM di Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional. UMKM berkontribusi terhadap 61 persen pada Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. Kemudian, UMKM dalam digital transformation juga memberikan support pada 97 persen lapangan kerja.

“Jadi begitu kuat tulang punggung perekonomian Indonesia di UMKM, perekonomian kita juga di UMKM dan kooperasi ini. Kondisi ini kita jelaskan di dalam forum itu dan mereka memberikan apresiasi dan applause yang luar biasa,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense