Sebelumnya
Untuk itu, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan industri, pariwisata, dan UMKM tersebut mendesak aparat penegak hukum untuk hadir di tengah masyarakat dan cepat tanggap merespons hal-hal yang mengganggu keamanan publik. Evita menekankan pentingnya keberadaan polisi dalam menyikapi kasus yang meresahkan masyarakat ini.
"Polri harus terus hadir di tengah masyarakat untuk menenangkan hati rakyat. Masyarakat berharap polisi bisa bekerja penuh keadilan dan sigap, tidak pandang bulu, tidak perlu menunggu peristiwa viral terlebih dahulu," tegas Legislator dari Dapil Jawa Tengah III itu.
Evita menekankan pentingnya urgensi bagi pemerintah untuk meninjau ulang eksistensi dan pengawasan terhadap ormas-ormas yang kerap bertindak di luar batas. Menurutnya, negara harus memastikan bahwa organisasi masyarakat tidak menjadi sarang kekerasan yang justru mengganggu stabilitas dan kenyamanan warga.
Baca juga : Top, Agen BRI Link Berikan Layanan Ke Pelosok Negeri
“Keberadaan ormas seharusnya menjadi mitra dalam menjaga ketertiban sosial, bukan menjadi sumber keresahan publik. Jika ada ormas yang justru menjadi ancaman bagi rakyat, maka sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh, bahkan pembubaran jika diperlukan,” terang Evita.
Evita menyebut, hadirnya ormas yang meresahkan juga menimbulkan banyak masalah di dunia pariwisata.
“Kita sudah sering kali mendengar adanya turis-turis yang dipalak oleh oknum yang mengatasnamakan ormas. Belum lagi praktik intimidasi dan pemerasan kepada pelaku usaha di dunia pariwisata seperti tempat penginapan, obyek wisata, rumah makan dan lain-lain,” paparnya.
Baca juga : Rosan Pastikan LG Tanam Modal Di Sektor Tambang
“Tentunya ini sangat merugikan dunia usaha pariwisata dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Saat wisatawan merasa terganggu, akhirnya mereka malas untuk pergi ke obyek wisata yang dikenal dengan banyak pungli. Ada juga yang merasa takut mendapat tindak kekerasan,” imbuh Evita.
Ditambahkan Evita, fenomena ormas yang meresahkan tumbuh subur akibat lemahnya penegakan hukum dan ‘permissive culture’ terhadap kelompok berbasis kekuatan massa.
“Selama aparat masih berkompromi dengan ormas yang punya afiliasi politik atau dukungan massa besar, premanisme akan sulit diberantas. Jika masih seperti ini, dunia industri dan pariwisata akan semakin dirugikan,” tukasnya.
Baca juga : Awal 2025, Korban Di DKI Sudah Tembus 356 Orang
Evita pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan turut menjaga iklim damai di tengah dinamika sosial politik saat ini. Ia menegaskan bahwa DPR RI akan terus mengawal penegakan hukum dan mendorong terciptanya rasa aman di tengah masyarakat, khususnya di dunia industri.
“Ketika hukum dilecehkan oleh kekuatan massa yang arogan, maka yang terancam adalah rakyat, yang di dalamnya juga ada pelaku-pelaku usaha kecil. Kita menunggu ketegasan dan solusi dari pemerintah mengenai hal ini,” tutup Evita. KAL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Jumat, 25 April 2025 dengan judul "Ormas Yang Ganggu Pariwisata Dan Industri Harus Ditertibkan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.