Dark/Light Mode

Mundur Dari Proyek Investasi Baterai Kendaraan Listrik

Rosan Pastikan LG Tanam Modal Di Sektor Tambang

Jumat, 25 April 2025 07:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan, usai melaporkan realisasi investasi kuartal I-2025 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Foto: SETPRES).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan, usai melaporkan realisasi investasi kuartal I-2025 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Foto: SETPRES).

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsorsium perusahaan asal Korea Selatan, LG Energy Solution, resmi mundur dari proyek investasi rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia. Meski demikian, LG tetap berkomitmen menanamkan modalnya di sektor pertambangan nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, LG telah merealisasikan investasi melalui proyek Joint Venture (JV) senilai 1,1 miliar dolar ASatau setara Rp 18,56 triliun (kurs Rp 16.880 per dolar AS).

“LG sudah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) dan menyelesaikan investasi pada joint venture nomor empat. Jadi, pemberitaan mengenai mundurnya LG itu tidak sepenuhnya benar. Mereka sudah berinvestasi dan menyelesaikan JV nomor empat senilai 1,1 miliar dolar AS,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Baca juga : Awal 2025, Korban Di DKI Sudah Tembus 356 Orang

Empat proyek JV tersebut mencakup investasi pada berbagai sektor dalam ekosistem baterai kendaraan listrik. Mulai dari tambang nikel, pembuatan prekursor, katoda, anoda, sel baterai, paket baterai hingga daur ulang baterai. Menurut Rosan, kolaborasi ini sudah disepakati sejak 2020.

“Ini langkah besar. JV pertama berkaitan dengan penambangan batubara, dan PTAneka Tambang (Antam) sebagai pemegang saham mayoritas bersama konsorsium LG, Hyundai dan mitra lain,” jelas Rosan.

Menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini, LG masih memiliki komitmen kuat untuk berinvestasi di bidang lain dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.

Baca juga : Gelar Treble Winner ‘Si Ular Besar’ Lepas

“Buktinya, investasi kita tetap berjalan baik, bahkan meningkat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga mengumumkan capaian investasi triwulan I-2025 yang mencapai Rp 465,2 triliun. Angka ini naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 401,5 triliun.

“Alhamdulillah, pada triwulan I-2025 investasi yang masuk sekitar 24,4 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun,” ungkap Rosan.

Baca juga : Game 2 Playoff NBA 2024-2025 Wilayah Timur, Cavaliers Mendominasi

Dia merinci, dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp 230,4 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 234,8 triliun.

Menariknya, investasi dari luar Pulau Jawa mencapai Rp 235,9 triliun atau 50,9 persen dari total investasi triwulan ini. Mengungguli Pulau Jawa yang menyumbang Rp 229,3 triliun atau 49,3 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.